Fakta Ekonomi

--- Rencana Produksi Bensin dari Batu Bara Masih dalam Kajian Kementerian ESDM ---

--- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengevaluasi teknologi untuk mengubah batu bara menjadi bensin, meskipun rencana ini diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto. ---

F
Fidzu Ardaf
22 September 2026
43 pembaca
Ilustrasi Bensin (Magnific/Magnific)
Ilustrasi Bensin (Magnific/Magnific)
---TITLEEXCERPT--- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengevaluasi teknologi untuk mengubah batu bara menjadi bensin, meskipun rencana ini diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto. ---CONTENT---

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini masih dalam proses evaluasi teknologi yang diperlukan untuk mengubah batu bara menjadi bensin. Meskipun rencana ini diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM), proyek ini belum memasuki tahap eksekusi komersial.

Evaluasi Teknologi Coal to Liquid

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa teknologi coal to liquid (CTL) bukanlah hal baru dan telah diterapkan oleh beberapa negara sejak lama. Ia menyebutkan bahwa Jerman pernah menggunakan batu bara untuk memproduksi minyak demi memenuhi kebutuhan bahan bakar militer mereka. Selain itu, Afrika Selatan juga mengembangkan teknologi serupa melalui perusahaan Sasol, yang saat ini mampu memproduksi sekitar 300 ribu barel per hari.

Kesiapan Indonesia untuk Proyek Serupa

Meskipun pengalaman negara lain menunjukkan potensi keberhasilan, Indonesia belum sepenuhnya siap untuk melaksanakan proyek ini. Pemerintah masih perlu menentukan teknologi dan mitra yang akan terlibat dalam proyek tersebut. "Nanti beberapa sedang dievaluasilah. Tentang negaranya kan nggak terlalu ini, yang penting teknologinya lah," ungkap Tri saat ditemui di Jakarta pada Senin (21/9/2026). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada niatan untuk memproduksi bensin dari batu bara, fondasi teknologinya masih dalam tahap kajian dan belum ada keputusan akhir mengenai teknologi dan mitra yang akan terlibat.

Rencana ini juga telah disampaikan oleh Presiden Prabowo pada peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan tersebut. Bahlil menekankan bahwa pengolahan batu bara menjadi bensin bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya energi domestik, mengurangi ketergantungan pada impor BBM, serta menjaga devisa tetap berada di dalam negeri.

Sejumlah perusahaan juga telah menawarkan kerja sama teknologi kepada pemerintah. Melihat peluang ini, pemerintah berpendapat bahwa Indonesia memiliki cadangan batu bara berkalori rendah yang cukup besar, yang dapat dimanfaatkan dengan teknologi tertentu untuk menghasilkan gas maupun minyak.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait