Fakta Ekonomi

Rupiah Kembali Melemah di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Nilai tukar rupiah mengalami penurunan tipis pada Rabu sore, 14 Oktober 2026, menjadi Rp17.903 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia dan kehati-hatian investor menjelang...

F
Fidzu Ardaf
14 October 2026
14 pembaca
Nilai tukar rupiah melemah tipis tiga poin ke level Rp17.903 per dolar AS pada Rabu sore, 14 Oktober 2026. [Suara.com/Alfian Winanto]
Nilai tukar rupiah melemah tipis tiga poin ke level Rp17.903 per dolar AS pada Rabu sore, 14 Oktober 2026. [Suara.com/Alfian Winanto]

Nilai tukar rupiah mengalami penurunan tipis sebanyak tiga poin, mencapai level Rp17.903 per dolar Amerika Serikat pada Rabu sore, 14 Oktober 2026. Pelemahan ini disebabkan oleh kenaikan harga minyak global serta sikap hati-hati investor yang menunggu rilis data inflasi dari AS. Keadaan ini terjadi di tengah tren penurunan mayoritas mata uang di kawasan Asia, termasuk dolar Singapura dan baht Thailand.

Berdasarkan informasi dari Bloomberg, rupiah ditutup pada posisi Rp17.903 per dolar AS, yang menunjukkan penurunan sebesar 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.900. Lukman Leong, analis dari Doo Financial Futures, menyatakan bahwa penurunan nilai rupiah dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia. "Rupiah ditutup hampir datar, melemah tipis terhadap dolar AS tertekan oleh kenaikan harga minyak namun didukung koreksi pada indeks dolar dan data inflasi di Amerika," jelasnya.

Kehati-hatian Investor Menjelang Rilis Data Inflasi

Leong menambahkan bahwa sikap hati-hati investor dapat memberikan dampak negatif terhadap nilai tukar rupiah. Hal ini dikarenakan rilis data inflasi dari Amerika Serikat yang dapat memberikan tekanan lebih lanjut pada rupiah keesokan harinya. "Investor cenderung berhati-hati dan wait and see mengantisipasi rilis data inflasi AS malam ini. Rupiah besok akan tergantung pada hasil rilis data inflasi malam ini," ungkapnya.

Pergerakan Mata Uang Asia Lainnya

Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan anjloknya mata uang Asia lainnya. Dolar Singapura mengalami penurunan terdalam sebesar 0,15 persen, diikuti oleh baht Thailand dan peso Filipina yang masing-masing melemah 0,14 persen. Sementara itu, yen Jepang turun 0,08 persen dan dolar Taiwan melemah tipis sebesar 0,02 persen. Di sisi lain, mata uang won Korea Selatan mengalami penguatan terbesar di kawasan Asia dengan kenaikan 0,49 persen, diikuti oleh rupee India yang naik 0,24 persen dan ringgit Malaysia yang menguat tipis 0,04 persen.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait