Fakta Ekonomi

Rupiah Melemah di Tengah Kenaikan Harga Minyak, IHSG Menguat

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan pada pembukaan perdagangan, sementara indeks harga saham gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan. Kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu...

A
Amara Rukmana
14 October 2026
13 pembaca
Foto: Republika/Prayogi
Foto: Republika/Prayogi

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu (14/10/2026) mengalami penurunan sebesar 18 poin atau 0,10 persen, menjadi Rp 17.918 per dolar AS. Hal ini berbeda dengan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 17.900 per dolar AS. Analis dari Doo Financial, Lukman Leong, menjelaskan bahwa rupiah tertekan oleh kenaikan harga minyak dunia yang kembali meningkat.

Kenaikan Harga Minyak dan Dampaknya

Lukman menyatakan, “Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas, tertekan oleh harga minyak dunia yang kembali naik.” Kenaikan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November tercatat naik sebesar 1,89 dolar AS, atau 2,06 persen, menjadi 93,74 dolar AS per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember meningkat 1,93 dolar AS, atau 1,84 persen, menjadi 106,65 dolar AS per barel di bursa London ICE Futures Exchange.

Dukungan bagi Rupiah dan Sentimen Investor

Meskipun rupiah mengalami tekanan, terdapat dukungan dari koreksi indeks dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS yang tertekan setelah pernyataan dovish dari pejabat The Fed, John C. Williams. Lukman menambahkan, “Pejabat the Fed John Williams melihat sekali kenaikan suku bunga tahun ini, namun menilai tidak diperlukan kenaikan lebih lanjut pada tahun 2027.” Di sisi lain, para investor cenderung mengambil sikap wait and see sambil menunggu data inflasi AS yang akan dirilis malam ini. Inflasi inti diperkirakan akan meningkat dari 2,4 persen menjadi 2,5 persen, sedangkan inflasi umum diprediksi naik dari 3,4 persen menjadi 3,6 persen.

Berdasarkan berbagai faktor tersebut, diperkirakan nilai tukar rupiah akan berada dalam kisaran Rp 17.850 hingga Rp 17.950 per dolar AS.

Artikel Terkait