Fakta Ekonomi

Rupiah Tertekan, Namun Mata Uang Asia Menguat

Rupiah dibuka melemah di level Rp17.933 per dolar AS pada Jumat pagi, terpengaruh oleh kenaikan suku bunga The Fed. Meskipun demikian, sebagian besar mata uang di Asia justru mengalami penguatan.

F
Fidzu Ardaf
25 September 2026
32 pembaca
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Suara.com]
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Suara.com]

Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan, dibuka pada level Rp17.933 per dolar AS. Penurunan ini disebabkan oleh keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga. Namun, terdapat potensi untuk menahan pelemahan lebih lanjut berkat kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran serta penurunan harga minyak dunia.

Berdasarkan data dari Bloomberg, pada hari Jumat, 25 September, rupiah melemah sebesar 17 poin atau 0,09 persen dibandingkan dengan nilai sebelumnya yang berada di Rp17.961 per dolar AS. Lukman Leong, analis dari Doo Financial Futures, mengungkapkan bahwa pelemahan ini dipicu oleh kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dari The Fed. "Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS, dengan indeks dolar dan imbal hasil obligasi AS yang terus meningkat seiring dengan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed pada bulan Oktober, setelah beberapa pejabat The Fed memberikan pernyataan hawkish semalam," jelasnya.

Peluang Penguatan Rupiah

Meski dalam kondisi tertekan, rupiah memiliki peluang untuk menguat berkat kesepakatan antara AS dan Iran. Salah satu faktor yang dapat mendukung ini adalah penurunan harga minyak mentah dunia. "Harapan kesepakatan AS-Iran dan harga minyak mentah dunia yang turun di pagi ini bisa menahan pelemahan yang lebih besar. Range Rp17.850-Rp18.000," tambah Lukman.

Mata Uang Asia Menguat

Sementara itu, mayoritas mata uang di kawasan Asia menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Hanya dolar Hongkong yang mengalami pelemahan tipis sebesar 0,01 persen. Won Korea Selatan menjadi mata uang terkuat di Asia dengan kenaikan 0,75 persen. Selain itu, ringgit Malaysia naik 0,26 persen, yen Jepang menguat 0,25 persen, dan baht Thailand meningkat 0,20 persen. Dolar Taiwan juga mengalami penguatan sebesar 0,17 persen, sedangkan peso Filipina naik 0,11 persen.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait