Fakta Ekonomi

Sebanyak 52% BUMN Menghadapi Kerugian Hingga Rp20 Triliun

Lebih dari setengah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diperkirakan mengalami kerugian yang mencapai Rp20 triliun pada tahun 2024, menurut pernyataan COO Danantara Indonesia.

F
Fidzu Ardaf
26 October 2026
17 pembaca
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa 52 persen dari BUMN mengalami kerugian yang totalnya mencapai Rp20 triliun pada tahun 2024. Pernyataan ini disampaikan Dony dalam sebuah acara yang berlangsung di Hotel Fairmount Jakarta pada Senin, 26 Oktober 2026.

Transformasi dan Restrukturisasi BUMN

Dony menjelaskan bahwa Danantara sedang menyiapkan peta jalan untuk transformasi, yang mencakup konsolidasi dan restrukturisasi bagi 100 perusahaan pada tahun pertama. "Sebanyak 52 persen dari 1.074 perusahaan di bawah Danantara mengalami kerugian. Total kerugiannya mencapai Rp20 triliun atau sekitar 1,5 miliar dolar AS setiap tahun," ujarnya.

Lebih lanjut, Dony menambahkan bahwa BUMN juga mengalami kerugian dari transaksi yang tidak efisien, yang diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS. "Dengan demikian, jika perusahaan-perusahaan tersebut ditutup, potensi penghematan bisa mencapai 3,5 miliar dolar AS setiap tahun," ungkapnya.

Masalah Utang dan Klaim Antar BUMN

Selain itu, Dony juga menyoroti masalah keuangan yang dihadapi BUMN, termasuk utang yang tidak terkelola dengan baik dan terus meningkat. Terdapat juga kewajiban yang belum diselesaikan antar BUMN. "Lebih dari 1.000 perusahaan saling mengajukan klaim satu sama lain. Selain itu, terdapat lebih dari 500 kasus di antara 1.074 perusahaan tersebut. Bayangkan, di Telkom saja terdapat 157 kasus pada waktu itu," jelasnya.

Dengan berbagai permasalahan yang ada, Dony mulai mencari solusi. Dia menekankan bahwa kinerja Danantara mencerminkan kinerja BUMN secara keseluruhan. "Jika memang kinerja BUMN itu cemerlang, maka kinerja Danantara itu secara langsung akan terdongkrak," katanya.

Oleh karena itu, Dony menekankan pentingnya pengelolaan yang lebih baik. "Danantara Indonesia hanya akan bertahan jika kita mampu mengelola perusahaan-perusahaan dengan baik. Sebab, Danantara Indonesia merupakan dana kekayaan negara yang basisnya adalah pengelolaan BUMN," tambahnya.

Dia juga menyebutkan bahwa salah satu langkah yang diambil oleh Danantara adalah melakukan transformasi secara menyeluruh. "Tahap pertama yang kami lakukan adalah menyusun peta jalan transformasi BUMN untuk lima tahun ke depan. Pada tahun pertama, kami ingin melakukan konsolidasi. Kami melakukan restrukturisasi dan konsolidasi terhadap 100 dari 1.074 perusahaan yang berada di bawah pengelolaan aset Danantara," pungkasnya.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait