Fakta Nasional

Serangan Houthi Mengguncang Bandara Internasional Riyadh, Banyak Korban Terluka

Bandara internasional di Riyadh, Arab Saudi, kembali menjadi target serangan kelompok Houthi, mengakibatkan sejumlah orang terluka dan menghentikan operasional bandara. Serangan ini menandai peningkat...

E
Eko Prasetyo
12 October 2026
23 pembaca
Citra satelit Bandara King Khalid, sehari setelah kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran menyatakan telah menyerang bandara tersebut, di Riyadh, Arab Saudi, 11 Oktober 2026. (via REUTERS/EUROPEAN UNION/COPERNICUS SENTIN)
Citra satelit Bandara King Khalid, sehari setelah kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran menyatakan telah menyerang bandara tersebut, di Riyadh, Arab Saudi, 11 Oktober 2026. (via REUTERS/EUROPEAN UNION/COPERNICUS SENTIN)

Jakarta - Bandara internasional di Riyadh, Arab Saudi, mengalami serangan terbaru dari kelompok Houthi. Insiden ini terjadi pada Sabtu (10/10), hanya sehari setelah serangan lain yang mengakibatkan belasan orang tewas dan memaksa pihak berwenang untuk menghentikan operasional bandara tersebut. Menurut laporan dari AFP pada Senin (12/10/2026), serangan ini merupakan yang paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari sepuluh tahun dan menunjukkan eskalasi konflik di Yaman, di mana Riyadh mendukung pemerintah yang diakui secara internasional melawan Houthi.

Detail Serangan dan Dampaknya

Kelompok Houthi yang didukung oleh Iran mengklaim telah meluncurkan beberapa serangan dalam waktu 24 jam terakhir, termasuk serangan terhadap bandara tersebut, dan mengancam untuk terus menargetkan pusat-pusat transit di kerajaan itu, menyebutnya sebagai medan operasi untuk pasukan mereka. Beberapa jam setelah serangan, koalisi Saudi yang berperang melawan Houthi melaporkan bahwa sebuah proyektil telah menghantam Bandara Internasional King Khalid, memicu kebakaran. Mereka juga menyatakan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat sebuah rudal di dekat lokasi tersebut.

Otoritas penerbangan sipil mengonfirmasi bahwa serangan itu mengakibatkan sejumlah korban luka, meskipun tidak memberikan rincian jumlahnya, dan saat ini sedang dilakukan penilaian kerusakan. Warga setempat melaporkan mendengar beberapa ledakan di ibu kota Saudi pada hari Minggu (11/10). "Burung-burung menjadi panik setelah mendengar suara itu. Seluruh rumah berguncang," ungkap seorang warga di kawasan Al-Aarid, di bagian utara kota tersebut.

Penghentian Operasional Bandara

Pihak berwenang menghentikan semua operasi di bandara hingga Minggu (11/10), menurut seorang sumber senior di bidang penerbangan. Layanan pemantau lalu lintas udara, Flightradar24, melaporkan bahwa penutupan diperpanjang hingga pukul 21.00 waktu setempat. Sumber kedua di bidang penerbangan mengonfirmasi bahwa operasional bandara dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan kerusakan pada peralatan radar dan komunikasi serta kondisi landasan pacu yang perlu diperiksa.

Kelompok Houthi juga mengklaim telah menargetkan bandara Dammam, dengan situs resmi bandara tersebut menunjukkan banyak penerbangan baik keberangkatan maupun kedatangan mengalami penundaan. Serangan pada Sabtu (10/10) ini menuai kecaman dari PBB dan para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan sedang mempertimbangkan untuk ikut serta dalam serangan Arab Saudi terhadap kelompok Houthi. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang negaranya tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Arab Saudi, juga mengecam serangan tersebut dan menyebutnya mengerikan.

Artikel Terkait