Fakta Nasional

Serangan Rudal Rusia Hancurkan Apartemen di Ukraina, 20 Tewas Termasuk Lima Anak

Sebuah serangan rudal oleh Rusia menghancurkan apartemen di Chernigiv, Ukraina, menewaskan 20 orang, termasuk lima anak-anak. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengutuk tindakan tersebut sebagai t...

P
Panca Akbar Saputra
08 October 2026
25 pembaca
Foto: Getty Images/nico_blue
Foto: Getty Images/nico_blue

Rusia melancarkan serangan rudal yang menghancurkan sebuah apartemen di wilayah Chernigiv, Ukraina, pada Rabu pagi, 6 Oktober 2026. Akibat serangan ini, sebanyak 20 orang tewas, termasuk lima anak di bawah umur.

Menurut laporan AFP, serangan terjadi di Pryluky, wilayah Chernigiv, di mana ledakan besar menyebabkan kaca jendela pecah dan separuh gedung lima lantai itu berubah menjadi puing-puing beton dan logam yang hangus serta mengeluarkan asap. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa 20 orang kehilangan nyawa dalam insiden tersebut.

Detail Korban dan Reaksi Presiden

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan bahwa di antara korban tewas terdapat tiga bayi berusia 12 bulan dan seorang anak berusia delapan tahun. Jenazah seorang anak lainnya ditemukan di antara reruntuhan pada malam hari yang sama. Selain itu, tujuh anak lainnya termasuk di antara puluhan orang yang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Zelensky menuduh Rusia secara sengaja menyerang "kota-kota biasa dan kehidupan masyarakat biasa." Dia mengkritik penggunaan rudal yang terus-menerus terhadap Ukraina, menyebutnya sebagai pilihan teror yang disengaja. "Penggunaan rudal yang terus dilakukan terhadap Ukraina, terhadap rakyat kami, anak-anak kami, merupakan pilihan teror yang benar-benar disengaja," ungkap Zelensky.

Kondisi Warga dan Serangan Lainnya

Olena Sayun, seorang terapis pijat berusia 40 tahun, menceritakan pengalaman mengerikannya saat serangan terjadi. "Kami berada di rumah, sedang tidur. Jendela-jendela rumah kami pecah. Syukurlah, kami melindungi anak dengan tubuh kami. Suami saya mengalami beberapa luka sayatan di punggung, begitu juga saya," katanya. Dia menambahkan bahwa anaknya mengalami syok dan ketakutan, dan mereka berlari ke kamar mandi saat ledakan terjadi.

Warga setempat melaporkan bahwa serangan berlangsung sekitar pukul 06.30 waktu setempat (03.30 GMT), sehari setelah Zelensky memberikan peringatan tentang kemungkinan serangan besar-besaran dari Rusia, terutama yang menargetkan infrastruktur energi.

Selain serangan di Pryluky, Zelensky juga menginformasikan bahwa Rusia melancarkan serangan di beberapa lokasi lain yang menyebabkan korban jiwa. Dua orang dilaporkan tewas akibat serangan rudal yang menghantam gedung bertingkat di Kremenchuk, Ukraina tengah, sementara dua orang lainnya tewas di Oleksandriya. Di Kyiv, dua orang juga tewas dalam kebakaran yang disebabkan oleh serangan di kawasan padat penduduk Darnytskyi, menurut Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko.

Artikel Terkait