Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) merupakan dokumen resmi yang diterima oleh siswa setelah mengikuti ujian. Dokumen ini mencakup informasi pribadi siswa, nilai TKA, dan kategori pencapaian. SHTKA ini dapat digunakan oleh siswa SD dan SMP saat mendaftar ke sekolah lanjutan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa SHTKA tidak hanya sekadar selembar kertas biasa, melainkan memiliki perlindungan keamanan. Langkah ini diambil untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak-pihak tertentu. Perlindungan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kemendikdasmen dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Menurut Toni, "SHTKA memang kita berikan security yang sangat efektif ya bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara supaya tidak dapat disalahgunakan." Dalam acara Pertemuan Media Pelaksanaan TKA Jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat di Mercure Alam Sutra, Tangerang, Banten, ia menekankan pentingnya keamanan dalam dokumen tersebut.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati, menambahkan bahwa untuk memastikan tidak ada kesalahan data nilai TKA, pihaknya telah menyediakan sistem pengisian data dengan metode host to host bagi Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota. Dengan sistem ini, nilai TKA akan langsung ditarik oleh sistem berdasarkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang mendaftar di SPMB, tanpa campur tangan manusia.
Apabila peserta merasa ragu, Kemendikdasmen juga menyediakan fasilitas untuk memeriksa keaslian SHTKA secara online melalui laman Rumah Pendidikan. Peserta dapat memasukkan nomor peserta dan kode unik yang terdapat pada SHTKA untuk melihat versi resmi dari Kemendikdasmen.
Rahmawati menjelaskan, "Jadi kalau sudah dicetak SHTKA-nya, masukkan nomor peserta dengan kode unik yang ada di SHTKA, nanti muncul SHTKA versi Kemendikdasmen." Dengan cara ini, peserta dan publik dapat mencocokkan nilai yang tertera. Jika data yang ditampilkan sesuai, maka nilai tersebut adalah benar. Namun, jika terdapat modifikasi, hasilnya akan berbeda.
Cara untuk memeriksa keaslian SHTKA di Rumah Pendidikan adalah sebagai berikut: pertama, buka laman Portal Verifikasi Publik SHTKA; kedua, masukkan nomor peserta TKA yang tertera pada SHTKA; ketiga, klik tombol "Cari" untuk memproses data dan menampilkan hasil pencarian dalam tabel "Data Sertifikat". Informasi yang ditampilkan mencakup nomor peserta TKA, nama peserta didik, jenjang, status, dan aksi untuk melihat detail sertifikat.
Setelah mengklik "Lihat Detail", pengguna perlu memasukkan Kode ID SHTKA yang tercantum pada sertifikat. Setelah itu, tekan tombol "Lihat Nilai" untuk menampilkan hasil capaian per mata pelajaran. Nilai TKA akan dikelompokkan berdasarkan kategori warna untuk memudahkan interpretasi, yaitu hijau untuk istimewa, biru untuk baik, kuning untuk memadai, dan merah muda untuk kurang.
Dengan adanya sistem ini, diharapkan keaslian SHTKA dapat terjaga dan pemalsuan dapat diminimalisir, memberikan keamanan lebih bagi siswa dan sekolah.