Fakta Nasional

Sopir Mobil Listrik BYD Jadi Tersangka Usai Tabrak Empat Kendaraan dan Lindas Ojol

Seorang sopir mobil listrik BYD berinisial S (46) ditetapkan sebagai tersangka setelah terlibat kecelakaan yang melibatkan empat mobil dan melindas pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta Selatan.

P
Padma Dewi
26 October 2026
15 pembaca
Foto: Arief/detikcom
Foto: Arief/detikcom

Jakarta - Seorang sopir mobil listrik BYD berusia 46 tahun, yang dikenal dengan inisial S, kini telah ditetapkan sebagai tersangka setelah menabrak empat kendaraan secara beruntun dan melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial HS (56) di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Akibat kecelakaan tersebut, HS mengalami patah kaki dan harus menjalani operasi.

Kecelakaan terjadi pada hari Jumat, 23 Oktober, sekitar pukul 16.48 WIB. Kompol Kharisma Arbita Bangsa, Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika mobil BYD melaju dari arah selatan menuju utara. "(Status) Sopir sebagai tersangka," ungkap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Adiel Aristo, saat dihubungi oleh wartawan pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Kronologi Kecelakaan

Menurut penjelasan, mobil BYD tersebut menabrak sebuah Honda Brio dengan nomor polisi B-2967-NGY yang berada di depannya, lalu kehilangan kendali dan menabrak sepeda motor Honda Beat yang dikendarai oleh HS, serta sebuah mobil Wuling. Setelah itu, kendaraan tersebut meluncur ke trotoar dan menabrak dua mobil yang sedang terparkir.

Akibat dari kecelakaan ini, HS mengalami patah pada kaki kiri dan luka lecet, sehingga ia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi menduga bahwa sopir BYD panik dan kaget saat mengemudikan mobil. "Masih kami dalami penyebabnya, hasil pemeriksaan sementara sopir kaget dan panik," jelas AKBP Muhammad Adiel Aristo.

Kondisi Korban dan Tindakan Selanjutnya

HS, yang dikenal dengan nama Hasan Syukur, saat ini masih berada di Rumah Sakit Fatmawati setelah menjalani operasi. "Korban baru selesai pengambilan tindakan operasi, masih dalam observasi di Rumah Sakit Fatmawati," kata AKBP Adiel. Ia juga menambahkan bahwa hasil tes urine sopir menunjukkan negatif untuk alkohol maupun narkoba.

Hasan sempat melakukan panggilan video kepada anaknya, Ewis Hildayani, saat berada di IGD. Ewis mengungkapkan kepanikannya melihat kondisi ayahnya yang mengalami patah kaki. "Bapak udah nggak boleh banyak gerak, lagi berbaring di IGD," ujarnya. Ewis juga mengonfirmasi bahwa ayahnya telah menjalani operasi patah tulang pada Sabtu, 24 Oktober.

Dengan kondisi yang dialami oleh ayahnya, Ewis berharap agar sopir yang menabrak bertanggung jawab atas kejadian ini. "Pokoknya minta pertanggungjawaban dari tadinya Bapak saya sehat harus dibiayai sampai sehat," ungkapnya.

Artikel Terkait