Fakta Nasional

Sorotan Berita: Pengangkatan Anak Menteri hingga Penurunan Polusi Udara di Jakarta

Berbagai peristiwa menarik terjadi pada Minggu (25/10/2026), termasuk pengangkatan dua anak Menteri Haji sebagai tenaga ahli, popularitas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan penurunan polusi udara di J...

F
Fidzu Ardaf
26 October 2026
13 pembaca
Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf biacara peluang kenaikan biaya haji. (IDN Times/Amir Faisol).
Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf biacara peluang kenaikan biaya haji. (IDN Times/Amir Faisol).

Sejumlah peristiwa penting menjadi fokus perhatian pada Minggu (25/10/2026). Di antaranya, pengangkatan dua anak Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, sebagai tenaga ahli, serta popularitas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang mengungguli Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam sebuah survei. Selain itu, terdapat juga laporan mengenai penurunan polusi udara di Jakarta yang menarik perhatian publik.

Polemik Pengangkatan Anak Menteri

Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, mengonfirmasi bahwa ia telah mengangkat kedua putranya sebagai tenaga ahli di kementerian yang dipimpinnya. Nama mereka tercantum dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang pengangkatan tenaga ahli. Gus Irfan menjelaskan bahwa keterlibatan kedua anaknya dimulai saat pembentukan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) pada akhir 2024, ketika ia dan Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, belum memiliki kantor, fasilitas kerja, maupun staf pendukung.

Popularitas Bahlil Lahadalia dan Penurunan Polusi Udara

Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, berhasil meraih posisi teratas dalam survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO). Dalam survei yang dirilis pada Sabtu (24/10/2026), Bahlil memperoleh 37,5 persen pada kategori top of mind, yang menunjukkan pengenalan spontan responden terhadap nama menteri tanpa daftar nama. Ia mengungguli Abdul Muhaimin Iskandar yang memperoleh 34,1 persen, Zulkifli Hasan dengan 21,7 persen, dan AHY yang hanya mendapatkan 16,5 persen.

Dari sisi lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melaporkan adanya penurunan konsentrasi beberapa polutan udara di lima wilayah Jakarta pada Sabtu (24/10/2026) pagi. Polutan yang mengalami penurunan termasuk PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida (SO2). Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyatakan bahwa hasil pemantauan dari Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) menunjukkan tren penurunan konsentrasi polutan, terutama pada pukul 04.00–07.00 WIB.

Kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia juga memicu kemarahan sebagian warga Malaysia. Mereka menyerukan boikot terhadap produk Indonesia dan mendorong konsumen untuk beralih ke produk lokal sebagai bentuk protes terhadap masalah pencemaran udara yang terus berulang. Salah satu warga yang menyuarakan hal ini adalah Hasnah A.R., seorang perempuan berusia 67 tahun yang sebelumnya menggunakan produk Indonesia untuk kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, keputusan Indonesia untuk memangkas ekspor gas alam ke Singapura yang mulai berlaku pada Sabtu (24/10/2026) mendapat tanggapan dari Menteri Energi, Sains dan Teknologi di Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang, dengan menyatakan bahwa pengurangan pasokan gas dari Indonesia hanya mencakup kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian Singapura. Pemerintah Singapura juga telah mempersiapkan langkah-langkah untuk menjaga keandalan pasokan energi.

Artikel Terkait