Fakta Ekonomi

--- Strategi Boy Thohir Borong Saham di Tengah Kondisi Pasar yang Lesu ---

--- Pengusaha Garibaldi Thohir, yang akrab disapa Boy Thohir, melakukan pembelian saham ADRO dan AADI senilai dua miliar rupiah pada Oktober 2026, meski pasar modal sedang lesu. ---

F
Fidzu Ardaf
21 October 2026
19 pembaca
Pengusaha Nasional Garibaldi Thohir atau Boy Thohir/Achmad Fauzi
Pengusaha Nasional Garibaldi Thohir atau Boy Thohir/Achmad Fauzi
---TITLEEXCERPT--- Pengusaha Garibaldi Thohir, yang akrab disapa Boy Thohir, melakukan pembelian saham ADRO dan AADI senilai dua miliar rupiah pada Oktober 2026, meski pasar modal sedang lesu. ---CONTENT---

Garibaldi Thohir, yang dikenal dengan nama Boy Thohir, melaksanakan aksi pembelian saham di tengah situasi pasar modal Indonesia yang kurang menggembirakan. Pada bulan Oktober 2026, ia membeli saham dari dua perusahaan afiliasinya, yaitu PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dengan total nilai mencapai sekitar Rp2,002 miliar.

Transaksi ini dilakukan melalui perusahaan keluarga, Trinugraha Thohir. Berdasarkan informasi yang dirilis, pada tanggal 19 Oktober 2026, Boy Thohir membeli 470.000 saham ADRO dengan harga Rp2.130 per saham, sehingga total nilai transaksi untuk saham ADRO mencapai Rp1,00 miliar. Setelah pembelian ini, jumlah saham yang dimiliki Boy Thohir di ADRO meningkat dari 209.419.470 saham menjadi 209.889.470 saham. Porsi hak suaranya juga mengalami peningkatan dari 0,727 persen menjadi 0,729 persen.

Transaksi Saham AADI

Selain itu, Boy Thohir juga melakukan pembelian saham AADI dalam dua transaksi pada tanggal yang sama. Ia membeli 11.800 saham AADI dengan harga Rp9.800 per saham dan 90.800 saham dengan harga Rp9.750 per saham. Rincian transaksi pertama bernilai Rp115,64 juta, sedangkan transaksi kedua mencapai Rp885,3 juta, sehingga total nilai pembelian saham AADI juga mencapai Rp1,00 miliar. Setelah kedua transaksi tersebut, kepemilikan Boy Thohir di AADI meningkat dari 89.926.520 saham menjadi 90.029.120 saham, dengan porsi hak suaranya bertambah dari 1,1548 persen menjadi 1,1562 persen.

Kepemilikan Tidak Langsung yang Signifikan

Perlu dicatat bahwa Boy Thohir juga memiliki porsi kepemilikan tidak langsung yang lebih besar melalui PT Adaro Strategic Investment, yang tercatat sekitar 41,1 persen, serta kepemilikan langsung awal sekitar 5,78 persen setelah IPO AADI.

Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi mengenai pasar dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan atau rekomendasi untuk melakukan transaksi saham. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait