Fakta Ekonomi

Strategi Indonesia Memasuki Industri Chip Global Melalui Desain

Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan mengembangkan desain chip sebagai pintu masuk untuk memasuki industri semikonduktor dunia, mengingat kebutuhan chip yang terus meningkat.

F
Fidzu Ardaf
22 October 2026
18 pembaca
industri semikonduktor. (Dok. Istimewa)
industri semikonduktor. (Dok. Istimewa)

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk fokus pada pengembangan desain chip sebagai langkah awal yang strategis dalam memasuki industri semikonduktor global. Kementerian Perindustrian berencana untuk mendirikan fasilitas Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) di Bandung pada Januari 2026, yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam riset dan pendidikan bagi talenta lokal.

Menjawab Kebutuhan Chip Global

Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya permintaan chip di seluruh dunia dan terbatasnya kapasitas fabrikasi wafer di dalam negeri. Semikonduktor atau chip kini menjadi komponen krusial bagi berbagai sektor industri, termasuk otomotif, telekomunikasi, energi, dirgantara, dan kecerdasan buatan (AI). Ketergantungan yang tinggi terhadap komponen ini menjadikan kemampuan untuk mengembangkan teknologi semikonduktor sebagai salah satu faktor penentu daya saing industri suatu negara.

Namun, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam membangun industri semikonduktor secara mandiri, salah satunya adalah kurangnya kapasitas fabrikasi wafer. Oleh karena itu, pemerintah memilih untuk memulai dengan desain chip, yang dianggap sebagai langkah yang lebih realistis untuk tahap awal pengembangan.

Pentingnya Pengembangan Sumber Daya Manusia

Mantan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) sebelumnya menekankan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor semikonduktor, yang menjadi sinyal penting untuk mengembangkan ekosistem industri semikonduktor nasional. AGK menyatakan bahwa pengembangan industri ini harus dilakukan dengan langkah-langkah konkret dan bertahap, dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi desain chip. "Fokus awal kami adalah menyiapkan SDM yang mampu mendesain chip," ujar AGK.

Pemilihan desain chip sebagai fokus utama didasarkan pada nilai tambah yang tinggi yang dapat diperoleh dari kemampuan sumber daya manusia. Melalui pendekatan ini, diharapkan Indonesia dapat membangun kompetensi teknologi sebelum melangkah ke tahap industri yang lebih kompleks.

Pemerintah juga telah menyusun peta jalan semikonduktor yang mencakup empat pilar utama, yaitu material, desain, fabrikasi, serta perakitan, pengujian, dan pengemasan. Dalam peta jalan ini, pengembangan desain chip dan talenta ditetapkan sebagai penggerak untuk tahap awal.

AGK menegaskan bahwa pembangunan industri semikonduktor tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan memerlukan konsistensi dan kesinambungan dalam pelaksanaannya. Sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan desain chip di Indonesia, ICDEC dibentuk pada tahun 2023, hasil kerja sama antara Kementerian Perindustrian, PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), dan pakar desain chip dari 13 perguruan tinggi di tanah air.

ICDEC merupakan organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan mitra global. Saat ini, ICDEC telah menjalin kemitraan dengan 16 perguruan tinggi serta tujuh pelaku industri, dengan tujuan untuk menyiapkan talenta desain chip yang dapat berkontribusi dalam rantai pasok semikonduktor global.

Pada Januari 2026, AGK akan meresmikan fasilitas ICDEC di ITB Innovation Park, Bandung, bersamaan dengan pelaksanaan Indonesia Semiconductor Summit 2026. Tiga bulan setelahnya, ICDEC akan menandatangani kerja sama dan surat minat untuk pengembangan sumber daya manusia dengan Intel, National Taiwan Normal University, dan President University. Upaya pengembangan talenta juga akan dilakukan melalui pelatihan desain chip yang bekerja sama dengan Polytron, IMEC Belgia, dan Cadence, yang dijadwalkan dimulai pada Oktober 2024 di Kudus. Selain itu, Kementerian Perindustrian juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Apple yang mencakup komitmen untuk riset dan pengembangan di Indonesia melalui ICDEC.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait