Fakta Ekonomi

Strategi MARK untuk Memperluas Pasar Sarung Tangan Global

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berupaya memanfaatkan meningkatnya permintaan sarung tangan di pasar internasional, didorong oleh kesadaran kesehatan yang semakin tinggi di masyarakat.

F
Fidzu Ardaf
18 September 2026
29 pembaca
Ilustrasi emiten. [Antara]
Ilustrasi emiten. [Antara]

Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, Ridwan Goh, mengungkapkan adanya lonjakan permintaan global untuk sarung tangan pada Jumat (18/9/2026). Malaysia mencatatkan nilai ekspor sarung tangan sebesar Rp63,4 triliun pada tahun 2025, yang semakin memperkuat posisi perusahaan di pasar internasional. Perusahaan ini juga berhasil mendapatkan sertifikasi WRAP pada tahun 2025, yang menunjukkan komitmennya terhadap standar global serta efisiensi dalam produksi dan lingkungan.

Emiten yang bergerak di sektor manufaktur, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), melihat adanya peluang pertumbuhan di pasar sarung tangan global, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan dan kebersihan. Ridwan Goh menyatakan bahwa permintaan sarung tangan global diperkirakan mencapai sekitar 405 miliar unit pada tahun 2026, dan diprediksi akan meningkat menjadi 444 miliar unit pada tahun 2028. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan permintaan sekitar 300 miliar unit pada tahun 2023. "Pertumbuhan permintaan didorong oleh meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan dan kebersihan, penerapan standar keselamatan, serta semakin luasnya penggunaan sarung tangan di sektor kesehatan dan industri," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta.

Peluang dan Tantangan di Pasar Internasional

Malaysia tetap menjadi salah satu pusat produksi dan tolok ukur industri sarung tangan di dunia. Nilai ekspor sarung tangan dari Malaysia mencapai RM14,41 miliar pada tahun 2025, yang berkontribusi sekitar 60,8 persen terhadap total ekspor produk karet negara tersebut. "Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi MARK untuk memperkuat penetrasi pasar internasional. Di Malaysia, MARK telah menjadi pemasok tunggal hand former bagi sejumlah produsen sarung tangan besar," tambahnya.

Ridwan Goh juga menambahkan bahwa kepercayaan pelanggan terhadap kualitas produk MARK memberikan akses bagi perusahaan untuk memahami perkembangan teknologi dan kebutuhan dalam industri sarung tangan global. Seiring dengan kemajuan industri, produsen sarung tangan kini tidak hanya mempertimbangkan harga dan ketahanan hand former, tetapi juga faktor-faktor seperti konsumsi energi, kestabilan produksi, tingkat penolakan, umur pakai, ketertelusuran, serta kelengkapan dokumentasi.

Inisiatif untuk Meningkatkan Kualitas dan Keberlanjutan

Perubahan dalam industri ini menjadikan kualitas produk dan kepatuhan terhadap standar global sebagai tantangan yang semakin tinggi bagi pemasok baru. Pada tahun 2025, MARK memperoleh sertifikasi Worldwide Responsible Accredited Production (WRAP), yang menilai kepatuhan fasilitas terhadap 12 prinsip, termasuk ketenagakerjaan, hak asasi manusia, keselamatan kerja, lingkungan, kepatuhan hukum, kepabeanan, dan keamanan.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, MARK juga melaksanakan berbagai inisiatif terkait kualitas, efisiensi energi, lingkungan, dan tanggung jawab sosial. Perusahaan ini mengembangkan lightweight former yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi pelanggan. Dalam materi IRGCE 2026, penggunaan lightweight former perlu dibuktikan melalui manfaat yang terukur, seperti penghematan energi, peningkatan output, umur pakai, serta ketahanan terhadap tingkat kerusakan.

Selain itu, perkembangan industri menunjukkan bahwa pemasok former manufacturer semakin terkait dengan kebutuhan data lingkungan dari pelanggan. Sebagai salah satu vendor tidak langsung, MARK berkomitmen untuk memperkuat pengelolaan data lingkungan guna memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan oleh pelanggan global.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait