Tuesday, 05 May 2026
Fakta Pendidikan

Studi: Dua Teluk di Indonesia Ini Menjadi Habitat Kunci Hiu Paus yang Tak Tergantikan

Penelitian antara tahun 2015 hingga 2025 menunjukkan bahwa Teluk Cenderawasih dan Teluk Saleh merupakan habitat penting bagi hiu paus yang perlu dilindungi untuk menjaga populasi mereka secara keselur...

A
Agustinus Jaya Wiratama
01 May 2026 9 pembaca
Studi: Dua Teluk di Indonesia Ini Menjadi Habitat Kunci Hiu Paus yang Tak Tergantikan
detik.com Sumber: detik.com

Jakarta - Hasil penelitian yang dilakukan dari tahun 2015 hingga 2025 mengungkapkan bahwa hanya ada sedikit lokasi yang mendukung keberadaan hiu paus sepanjang tahun. Dua di antaranya, Teluk Cenderawasih di Papua Tengah dan Teluk Saleh di Nusa Tenggara Barat, diidentifikasi sebagai habitat kunci yang tidak tergantikan.

Kedua lokasi tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga populasi hiu paus secara keseluruhan. Habitat yang tersedia sepanjang tahun sangat terbatas, sehingga jika Teluk Saleh dan Teluk Cenderawasih tidak dilindungi dengan baik, dampaknya akan terasa pada populasi hiu paus di seluruh kawasan Indo-Pasifik.

Di wilayah agregasi seperti Teluk Saleh, hiu paus dapat mencari makan yang relatif stabil sepanjang tahun. Hiu paus tidak bergantung pada satu lokasi saja, melainkan berpindah dari wilayah pesisir ke laut lepas mengikuti makanan dan kondisi lingkungan laut. Perairan yang lebih luas berfungsi sebagai koridor migrasi dan area untuk mencari makan secara oportunistik.

Studi ini juga menemukan bahwa hiu paus memanfaatkan dinamika laut seperti jaringan 'jalan tol' alami. Arus dan produktivitas perairan mengarahkan pergerakan mereka, sementara area tertentu berfungsi sebagai 'rest area' tempat mereka berhenti untuk mencari makan.

Penelitian ini menganalisis data pelacakan satelit dari 70 individu hiu paus yang ditandai di empat lokasi agregasi utama di Indonesia, termasuk Teluk Cenderawasih, Kaimana, Teluk Saleh, dan Teluk Tomini. Hasil riset menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang dilalui hiu paus justru berada di luar kawasan perlindungan.

Pergerakan hiu paus mencakup kawasan lintas negara, termasuk Australia, Christmas Island, Timor-Leste, dan beberapa negara lainnya. Dengan hasil studi ini, perlindungan hiu paus tidak dapat dilakukan oleh satu negara saja, melainkan memerlukan kolaborasi di tingkat lokal dan internasional.

Studi ini menyarankan perlindungan hiu paus dilakukan secara lintas negara, mengingat perlindungan tidak bisa hanya fokus di satu lokasi, tetapi harus mencakup sistem laut yang saling terhubung. Dengan memahami pola pergerakan hiu paus, pemangku kebijakan dapat mengurangi tangkapan, mengatur lalu lintas kapal, serta merancang pariwisata bahari yang lebih berkelanjutan.

Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Marine Science dengan judul 'Integrating behavioral movement and environmental preferences to map critical habitat of whale sharks using long-term satellite tracking in the Indo-Pacific Ocean'. Penelitian ini menjadi pijakan penting bagi upaya konservasi hiu paus di Indonesia dan mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk memastikan kelangsungan hidup spesies ini.

// Artikel Terkait