Malam yang cerah di Sekolah Rakyat Terintegrasi, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi lebih hidup saat Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melakukan kunjungan. Setelah menyelesaikan agenda di Hambalang, Teddy tiba di sekolah tersebut untuk meninjau fasilitas dan berinteraksi dengan para siswa.
Di tengah keramaian, Teddy terlihat berbincang akrab dengan siswa-siswa, sambil sesekali tersenyum dan mendengarkan cerita yang mereka sampaikan. Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka menyambut kedatangan Teddy dengan semangat, mengangkat tangan, dan meneriakkan yel-yel bersama.
Kunjungan Tak Terduga
Kunjungan ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, dan Teddy memanfaatkan momen tersebut untuk menyaksikan langsung aktivitas siswa menjelang waktu istirahat malam. Momen ini diunggah di akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin (26/10/2026). Teddy menyampaikan, “Tadi malam, sepulang dari Hambalang, saya menyempatkan diri mampir ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang, Jawa Barat. Sengaja datang tanpa pemberitahuan sebelumnya, karena ingin melihat langsung keseharian anak-anak menjelang waktu istirahat malam.”
Selama kunjungan, Teddy mengamati lingkungan sekolah yang telah dilengkapi dengan gedung baru dan berbagai fasilitas pendidikan. Lokasi yang strategis juga mendukung kegiatan belajar para siswa. Ia tidak hanya tertarik pada kondisi bangunan, tetapi juga memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik yang mendampingi siswa, termasuk mereka yang tinggal di asrama.
Peran Guru dan Wali Asrama
Teddy menekankan pentingnya peran guru dan wali asrama dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi anak-anak. “Kepala sekolahnya seorang guru bahasa Inggris, didukung para guru dan wali asrama yang hebat-hebat, yang dengan penuh perhatian mendampingi anak-anak setiap harinya,” ungkapnya.
Saat bercengkerama dengan siswa, Teddy terlihat duduk dekat dengan mereka, mengajak berbicara, dan mendengarkan kisah-kisah yang mereka bagikan. Suasana pertemuan berlangsung hangat, di mana di antara buku dan perlengkapan belajar, tersimpan cerita tentang perjalanan hidup, kesempatan baru, dan cita-cita yang ingin mereka capai.
Salah satu kisah yang menyentuh hati Teddy adalah dari seorang siswa bernama Al Tariq, yang telah kehilangan kedua orang tuanya sejak berusia tiga tahun. Kini, melalui Sekolah Rakyat, Al Tariq mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. “Saya juga berkesempatan mendengar banyak cerita dari anak-anak. Salah satunya Al Tariq, yang sejak usia 3 tahun telah kehilangan kedua orang tuanya. Kini, di Sekolah Rakyat, ia kembali memiliki kesempatan untuk belajar dan punya cita-cita besar, ingin menjadi dokter spesialis terhebat di Indonesia suatu hari nanti,” kata Teddy.
Teddy berharap agar semua anak di Indonesia dapat merasakan kesempatan yang sama. Ia ingin setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki peluang untuk menempuh pendidikan dan mewujudkan cita-cita mereka. “Semoga seluruh anak-anak Indonesia tanpa terkecuali, dapat meraih cita-cita mereka kelak,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Selama dua tahun pertama pemerintahan, sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah dibangun, memberikan kesempatan bagi lebih dari 45 ribu anak jalanan untuk kembali bersekolah. Kehadiran sekolah-sekolah ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka, didukung oleh fasilitas belajar dan pendampingan dari guru serta pengelola asrama.