Fakta Nasional

Tim Penyelam TNI AL Berhasil Menemukan 14 Jenazah Korban KMP Virgo 8

Operasi pencarian korban KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam telah menemukan 14 jenazah, dengan total 150 korban teridentifikasi hingga 24 September 2026.

F
Fidzu Ardaf
25 September 2026
38 pembaca
Penyelam TNI Angkatan Laut (AL) yang tergabung dalam tim gabungan SAR berhasil evakuasi jenazah penumpang KMP Virgo Transport 8 pada 24 September 2026. (Dokumentasi TNI AL)
Penyelam TNI Angkatan Laut (AL) yang tergabung dalam tim gabungan SAR berhasil evakuasi jenazah penumpang KMP Virgo Transport 8 pada 24 September 2026. (Dokumentasi TNI AL)

Operasi pencarian korban KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam telah memasuki hari ke-12 pada Kamis, 24 September 2026. Tim penyelam gabungan dari TNI Angkatan Laut (AL), Basarnas, dan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) berhasil mengevakuasi 14 jenazah laki-laki dari buritan kanan kapal di perairan Kalimantan Selatan.

Rincian Operasi Evakuasi

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Tunggul, mengungkapkan bahwa penyelaman dilakukan oleh tim yang terdiri dari satuan komando penyelam dan penyelamatan bawah air (Satkopebba) serta satuan komando pasukan katak (Satkopaska). Proses evakuasi dilakukan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, tujuh jenazah berhasil diangkat. Kemudian, pada tahap kedua, satu jenazah ditemukan setelah akses dibuka dengan memecahkan kaca buritan lambung kanan kapal. Pada tahap ketiga, enam jenazah lainnya juga ditemukan di lokasi yang sama.

"Total 14 jenazah yang telah berhasil dievakuasi," jelas Tunggul.

Pengerahan Sumber Daya TNI AL

Lebih lanjut, TNI AL mengerahkan tiga kapal perang dan satu helikopter HS-1311 untuk mendukung operasi ini. Kapal yang terlibat adalah KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI Hiu-634, dengan total 45 personel yang terdiri dari 35 prajurit Satkoppeba dan 10 prajurit Satkopaska.

Tunggul menekankan bahwa keterlibatan TNI AL dalam operasi pencarian dan evakuasi ini merupakan bentuk komitmen untuk membantu masyarakat melalui operasi kemanusiaan dengan profesionalisme dan keselamatan yang diutamakan.

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mochammad Syafii melaporkan bahwa dengan penemuan 14 jenazah baru, total korban yang ditemukan hingga saat ini adalah 150, terdiri dari 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia. Jenazah-jenazah tersebut kemudian diterbangkan ke Banjarmasin untuk proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara.

Di sisa waktu pencarian, Syafii memastikan bahwa tim SAR gabungan akan terus berupaya mencari sisa korban yang diduga masih terjebak di dalam kapal. Operasi pencarian dan pertolongan ini diperpanjang hingga 26 September 2026, sambil menunggu upaya pengangkatan badan kapal yang masih dalam diskusi dengan pemilik kapal dan tim terkait.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko menyatakan, "Operasi ini kami perpanjang menjadi tujuh hari ke depan," dan menekankan bahwa perpanjangan dilakukan dengan mempertimbangkan rencana pengangkatan kapal yang masih dalam proses koordinasi.

Yudhi menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan terkait operasi ini, termasuk tim salvage yang dikoordinasi oleh pemilik kapal.

Artikel Terkait