Delapan orang, termasuk kru dan penumpang, yang berada di dalam helikopter yang mengalami kecelakaan di Sekadau, Kalimantan Barat, telah ditemukan tewas. Kecelakaan tragis ini terjadi pada Jumat siang, 27 Oktober 2023, saat helikopter tersebut dalam perjalanan dari Pontianak menuju daerah tersebut.
Jatuhnya helikopter ini mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga para korban. Kejadian ini bermula ketika helikopter tersebut dilaporkan kehilangan kontak dengan pusat kendali sekitar pukul 13.00 WIB. Tim pencarian dan penyelamatan segera dikerahkan setelah menerima laporan tentang hilangnya helikopter tersebut.
Seorang saksi mata, Budi, yang berada di sekitar lokasi, menyatakan, “Saya mendengar suara keras dan melihat asap membubung tinggi dari arah hutan.” Ia juga menambahkan, “Banyak orang berlari menuju arah suara itu dan kami segera memanggil pihak berwenang.” Penyelamatan dilakukan oleh tim gabungan dari TNI, Polri, serta relawan lokal.
Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam, bagian-bagian helikopter ditemukan di kawasan hutan yang cukup terpencil, tidak jauh dari desa terdekat. Pihak Polres Sekadau, melalui Kapolres AKBP Andriandi, menyatakan, “Kami menemukan semua jenazah yang ada di dalam helikopter, termasuk pilot dan penumpang. Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses identifikasi.”
Data sementara menyebutkan bahwa helikopter tersebut mengangkut enam penumpang dan dua kru. Semua korban dipastikan tidak selamat akibat kecelakaan ini. Banyak pihak mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian ini, termasuk pemerintah daerah yang berjanji akan memberikan bantuan kepada keluarga korban.
Penyebab jatuhnya helikopter masih dalam penyelidikan. Tim investigasi dari Kementerian Perhubungan dan pihak berwenang terkait lainnya telah diterjunkan untuk menyelidiki lebih lanjut. “Kami akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan ini,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan helikopter di Indonesia, yang sering kali menjadi sorotan karena faktor keselamatan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah insiden serupa telah terjadi, memicu diskusi mengenai keselamatan transportasi udara di tanah air.
Saat ini, perhatian masyarakat tertuju kepada proses identifikasi dan pemulangan jenazah ke keluarga korban. Penyidik juga akan memfokuskan pada aspek-aspek teknis dalam kecelakaan ini untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Kepastian mengenai penyebab jatuhnya helikopter ini diharapkan bisa segera terungkap, agar langkah-langkah pencegahan dapat diambil untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di Indonesia.