Sejumlah wilayah di Indonesia yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai 'kampung narkoba' kini mulai berbenah. Di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto, kawasan-kawasan tersebut mengalami pemulihan signifikan dari stigma negatif yang melekat. Pada Minggu (4/10/2026), Suyudi menunjukkan dedikasinya dalam memberantas narkotika, yang membawanya ke posisi tertinggi di Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Operasi Besar-Besaran Melawan Narkoba
Pada 5-7 November 2025, Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dipimpin oleh Suyudi melaksanakan operasi besar-besaran yang berhasil mengamankan lebih dari seribu orang dan menyita berbagai barang bukti narkoba. Operasi ini mencakup 53 lokasi di 34 provinsi di Indonesia.
Langkah tegas ini tidak hanya berfokus pada tindakan represif, tetapi juga bertujuan untuk memulihkan kawasan yang sebelumnya rawan terhadap peredaran narkoba.
Penindakan di Jakarta
Dua lokasi di Jakarta, yaitu Kampung Ambon dan Kampung Bahari, menjadi sasaran operasi. Di Kampung Bahari, tim gabungan berhasil menangkap 18 orang dan menyita barang bukti berupa sabu seberat 159,17 gram, ganja 38,84 gram, serta 52 butir ekstasi. Selain itu, ditemukan juga empat timbangan digital, 16 bong, satu sepeda motor, dan uang tunai sebesar Rp 7,6 juta.
Hasil tes urine menunjukkan bahwa 15 dari 18 orang yang ditangkap positif menggunakan narkotika. Setelah penyidikan lebih lanjut, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.
Sementara itu, di Kampung Ambon, delapan orang ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 649,38 gram, ganja 5 gram, dan enam butir ekstasi. Barang bukti lainnya termasuk dua pucuk senjata airsoft gun, delapan senjata tajam, uang tunai Rp 73,8 juta, perhiasan, dan 55 ponsel.
Secara keseluruhan, dalam tiga hari operasi, 1.259 orang ditangkap, terdiri dari 830 laki-laki dan 429 perempuan yang diduga terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkotika. "Adapun dari hasil operasi ini petugas gabungan telah mengamankan sebanyak 1.259 orang," ungkap Suyudi pada Senin (10/11/2025).
Rehabilitasi dan Edukasi
Jenderal Suyudi juga menyampaikan bahwa ratusan orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika telah menjalani asesmen. Dari hasil tersebut, 359 orang direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi. "Hasilnya 37 orang merupakan bandar yang perkaranya akan dilanjutkan, sedangkan kepada 359 lainnya direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi serta mengikuti program wajib lapor," jelasnya.
Operasi pemulihan ini menunjukkan bahwa BNN tidak hanya fokus pada pemberantasan, tetapi juga berkomitmen untuk memperkuat rehabilitasi penyalah guna narkotika dan melakukan edukasi tentang bahaya narkoba.
BNN saat ini tengah mengembangkan program Ananda Bersinar, yang merupakan inisiatif nasional untuk memberantas narkoba mulai dari anak-anak.
Komitmen Suyudi dalam memberantas narkoba juga tercermin dalam gerakan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar). Salah satu program yang dilaksanakan adalah Kemah Kebangsaan Bersih Narkoba di Cibubur, Jakarta Timur, yang dihadiri oleh berbagai tokoh dan masyarakat.
Suyudi juga menyoroti bahaya new psychoactive substances (NPS) dan mendorong pelarangan penggunaan vape yang berpotensi disalahgunakan untuk narkoba. "Dan tentunya, pintu masuknya juga semakin terlihat trennya di kalangan anak-anak kita," ungkapnya. BNN merekomendasikan pelarangan total penggunaan rokok elektrik berdasarkan hasil pemeriksaan yang menunjukkan banyak sampel terdeteksi mengandung narkotika.