Fakta Nasional

Transformasi SDN 173281 Lumban Julu: Dari Kerusakan Menuju Kenyamanan Belajar

SD Negeri 173281 Lumban Julu kini menikmati fasilitas yang lebih baik setelah mendapatkan revitalisasi, menjadikannya lebih layak untuk kegiatan belajar mengajar.

F
Fidzu Ardaf
19 October 2026
16 pembaca
Kondisi terkini SD Negeri 173281 Lumban Julu di Tapanuli Utara, Sumatra Utara. (Dok. Kemendikdasmen).
Kondisi terkini SD Negeri 173281 Lumban Julu di Tapanuli Utara, Sumatra Utara. (Dok. Kemendikdasmen).

SD Negeri 173281 Lumban Julu, yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, baru saja menjalani revitalisasi setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan pada ruang kelas dan toilet. Dengan bantuan sebesar Rp775,18 juta, sekolah ini berhasil memperbaiki berbagai fasilitas, termasuk ruang kelas, toilet, UKS, dan perpustakaan. Pemerintah menargetkan semua sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat akan diperbaiki sebelum tahun 2029.

Sebelum revitalisasi, kondisi ruang kelas di SD Negeri 173281 Lumban Julu sangat memprihatinkan, dengan lantai yang berlubang, atap yang bocor, dan plafon yang lapuk. Hal ini sangat mengganggu proses belajar mengajar, terutama saat hujan. Namun, melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, sekolah ini kini memiliki fasilitas yang lebih memadai untuk mendukung pembelajaran yang aman dan nyaman.

Perbaikan yang Diharapkan

Kepala SD Negeri 173281 Lumban Julu, Tamaria Purba, menyatakan bahwa sejak pendirian sekolah, belum pernah ada perbaikan sarana dan prasarana secara signifikan. Selain ruang kelas yang rusak, toilet sekolah juga dalam kondisi yang tidak layak. Pada tahun 2025, sekolah ini menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp775.180.174, yang digunakan untuk merenovasi dua ruang kelas dan toilet beserta sanitasinya, serta membangun ruang UKS dan perpustakaan.

Menurut Tamaria, perbaikan ini telah membuat lingkungan sekolah menjadi lebih tertata dan kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih kondusif. Guru dan murid merasa lebih nyaman dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. "Orang tua murid pun merasa senang karena anak mereka tambah nyaman belajar, sehingga diharapkan prestasinya meningkat, baik akademik maupun nonakademik,” ungkap Tamaria pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Antusiasme Murid dan Kunjungan Menteri

Perubahan yang terjadi di sekolah juga dirasakan oleh Arion Maruli Hurabarat, seorang murid kelas IV. Ia mengenang kondisi sekolah saat masih di kelas III, di mana banyak bagian bangunan yang rusak. "Saat saya sudah masuk di kelas IV, ruangan kelas dan toiletnya sudah menjadi sangat bagus. Saya menjadi sangat semangat belajar. Terima kasih Pak Presiden dan Pak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” tutur Arion.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Utara pada Kamis, 15 Oktober 2026, untuk meninjau hasil revitalisasi tersebut. Dalam kunjungan itu, ia juga menyaksikan pembelajaran yang menggunakan Papan Interaktif Digital (IFP). Dalam sesi pembelajaran bahasa Inggris, murid-murid terlihat antusias dan aktif berpartisipasi.

Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan setiap warga negara Indonesia mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara. Salah satu langkah untuk mencapai hal tersebut adalah dengan memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar sekolah dapat menyediakan lingkungan belajar yang layak bagi murid dan guru.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun 2025 mencakup 107 satuan pendidikan, termasuk 3 PAUD, 79 SD, 13 SMP, 6 SMA, dan 6 SMK, dengan total anggaran mencapai Rp79,47 miliar. Pada tahun 2026, program ini mencakup 91 sekolah yang telah menandatangani perjanjian kerja sama, dengan total anggaran Rp67,97 miliar. Hingga saat ini, dana yang telah disalurkan mencapai Rp54,48 miliar.

Menteri Mu’ti juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat di seluruh Indonesia. "InsyaAllah, Pak Presiden sudah berkomitmen, sebelum 2029 atau akhir 2028, semua sekolah di Indonesia yang rusak sedang dan berat diperbaiki,” kata dia.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh sekolah selesai direnovasi pada tahun 2029, mencakup berbagai jenjang pendidikan, termasuk sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas, sekolah menengah kejuruan, serta pesantren. Hal ini disampaikan dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Perbaikan sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pendidikan anak, selain menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga tahun 2026, pemerintah telah memperbaiki lebih dari 71.744 sekolah, dengan rincian 17.000 sekolah pada tahun 2025 dan lebih dari 71.000 sekolah pada tahun 2026. Untuk tahun 2027 dan 2028, pemerintah menargetkan perbaikan masing-masing 100 ribu sekolah, dan pada tahun 2029, seluruh sekolah di Indonesia diharapkan selesai direnovasi. "Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia SD, SMP, SMA, SMK termasuk di pesantren-pesantren harus kita selesai renovasi," kata Prabowo.

Artikel Terkait