Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap proposal damai terbaru yang dikirimkan oleh Iran. Ia menilai tawaran tersebut tidak memenuhi kepentingan AS.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (1/5), Trump meragukan niat Iran untuk mencapai kesepakatan damai. "Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan," ujarnya. Ia juga menyoroti adanya perpecahan di dalam pemerintahan Iran, dengan menyebutkan terdapat dua hingga empat kelompok yang memiliki pandangan berbeda. "Kepemimpinannya sangat terpecah-pecah," tambah Trump.
Trump menjelaskan bahwa meskipun ada keinginan untuk membuat kesepakatan, kondisi internal Iran yang kacau membuat proses tersebut sulit. Saat ditanya mengenai langkah selanjutnya dari pihak AS, Trump menyatakan bahwa negosiasi akan tetap menjadi prioritas.
Sebelumnya, negosiasi antara Iran dan AS sempat terhenti, namun Iran mengirimkan proposal terbaru untuk melanjutkan pembicaraan. Menurut keterangan dari kantor berita Republik Iran, IRNA, pada Kamis malam, Iran telah menyampaikan teks proposal negosiasi terbaru kepada Pakistan sebagai mediator dalam dialog dengan AS.
Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari beberapa negara, termasuk Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan, untuk membahas inisiatif terbaru Iran dalam mengakhiri konflik.