KOMPAS.com – Vivo telah meluncurkan ponsel terbarunya yang bernama Vivo S50t pada Minggu (3/5/2026). Ponsel ini merupakan varian lain dari lini Vivo S50, dengan perbedaan yang sangat minim di antara keduanya. Keduanya hampir identik dalam semua aspek, kecuali pada jenis penyimpanan internal yang digunakan.
Ponsel Vivo S50 menggunakan teknologi penyimpanan UFS 4.1, sementara Vivo S50t menggunakan UFS 3.1 yang merupakan versi lebih lama. Perbedaan ini membuat Vivo S50t hadir dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan model reguler. Di luar perbedaan tersebut, spesifikasi lainnya tetap sama persis antara kedua perangkat.
Vivo S50t dilengkapi dengan layar AMOLED berukuran 6,59 inci, dengan resolusi 1260 x 2750 piksel dan refresh rate 120 Hz. Dalam hal performa, ponsel ini ditenagai oleh chipset Snapdragon 8s Gen 3, yang dipadukan dengan pilihan RAM 12 GB atau 16 GB, serta penyimpanan internal yang dapat mencapai 512 GB.
Untuk sektor fotografi, Vivo S50t memiliki kamera utama 50 MP dengan dukungan OIS, kamera telefoto periskop 50 MP yang mampu melakukan zoom optik 3x dan juga dilengkapi OIS, serta kamera ultrawide 8 MP. Di bagian depan, terdapat kamera selfie 50 MP. Untuk daya tahan, ponsel ini ditopang oleh baterai berkapasitas 6.500 mAh yang mendukung pengisian cepat 90 watt.
Dari segi harga, Vivo S50t dibanderol mulai dari 3.199 yuan (sekitar Rp 8,1 juta) untuk varian 12 GB/512 GB, dan 3.499 yuan (sekitar Rp 8,6 juta) untuk varian 16 GB/512 GB. Harga ini lebih murah sekitar 100 yuan dibandingkan Vivo S50, menjadikannya alternatif dengan spesifikasi hampir sama namun dengan biaya yang lebih rendah.
Dengan peluncuran ini, Vivo S50t diharapkan dapat menarik minat konsumen yang mencari ponsel dengan spesifikasi tinggi namun dengan harga yang lebih terjangkau. Perkembangan selanjutnya terkait ketersediaan dan penjualan ponsel ini akan terus dipantau.