Fakta Nasional

Yenny Wahid: Penghargaan untuk Gus Dur Sebagai Motivasi Melanjutkan Perjuangan

Gus Dur dianugerahi Lifetime Achievement Award oleh Katadata, yang diterima oleh Sinta Nuriyah dan Yenny Wahid di Jakarta. Yenny menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan untuk meneruskan cita...

F
Fidzu Ardaf
27 October 2026
14 pembaca
Lifetime Achievement Award dari Katadata diberikan kepada tiga tokoh di Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026). (IDN Times Suciatiningrum)
Lifetime Achievement Award dari Katadata diberikan kepada tiga tokoh di Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026). (IDN Times Suciatiningrum)

Abdurrahman Wahid, yang lebih dikenal sebagai Gus Dur, telah menerima Lifetime Achievement Award dari Katadata. Penghargaan ini juga diberikan kepada dua tokoh penting lainnya, yaitu B.J. Habibie dan William Soeryadjaya. Acara penyerahan penghargaan berlangsung di Senayan, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 26 Oktober 2026, dan diterima oleh istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, serta putrinya, Yenny Wahid.

Yenny menjelaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya sekadar penghormatan terhadap jasa almarhum, melainkan juga sebagai motivasi untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur. "Bagi kami penghargaan ini bukan cuma sekadar sebuah kenangan, tetapi menjadi cambuk bagi kami semua untuk terus melanjutkan perjuangan beliau ke depannya agar apa yang dicita-citakan Gus Dur," ujarnya.

Meneruskan Nilai-nilai Gus Dur

Yenny menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah diperjuangkan oleh Gus Dur, terutama dalam hal toleransi beragama dan persatuan di tengah masyarakat yang beragam. "Indonesia menjadi negara yang tetap menghargai perbedaan, menghargai toleransi beragama, lalu kohesi sosial itu harus tetap kita jaga dan kita perjuangkan," tambahnya.

Penghargaan untuk Kebersamaan

Metta Dharmasaputra, Co-founder sekaligus CEO Katadata, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada ketiga tokoh tersebut karena mereka memiliki latar belakang yang berbeda namun tetap berkomitmen untuk merawat semangat persatuan. "Dalam konteks itu, event malam ini diadakan untuk merawat semangat persatuan yang telah diikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928," katanya.

Metta juga mengingatkan peran Gus Dur sebagai Bapak Tionghoa Indonesia, yang menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000, yang mencabut pembatasan terhadap agama, kepercayaan, dan adat istiadat Tionghoa. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan yang diperjuangkan oleh para tokoh bangsa tersebut perlu terus dijaga sebagai bagian dari memori kolektif bangsa Indonesia. "Lifetime Achievement Award pada malam ini diberikan kepada tiga tokoh bangsa yang berasal dari latar belakang berbeda namun telah merawat spirit kebersamaan di jalannya masing-masing untuk membangun Indonesia yang satu. Tiga tokoh, satu Indonesia," pungkasnya.

Artikel Terkait