Fakta Nasional

Aksi Perundungan Siswi SD di Lampung Timur Menjadi Sorotan, Polisi Ambil Tindakan

Sebuah video yang menunjukkan perundungan terhadap seorang siswi SD di Lampung Timur viral di media sosial, memicu perhatian dari pihak kepolisian yang kini menangani kasus tersebut.

A
Agustinus Jaya Wiratama
18 July 2026
50 pembaca
Siswi SD di Lampung Timur dibully (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)
Siswi SD di Lampung Timur dibully (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)

Di Kabupaten Lampung Timur, sebuah video yang memperlihatkan perundungan terhadap seorang siswi Sekolah Dasar (SD) menjadi viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat korban mengalami kekerasan fisik, mulai dari dijambak hingga ditampar oleh teman-temannya.

Menurut informasi yang diperoleh dari detikSumbagsel pada Sabtu (18/7/2026), dalam video tersebut, korban dikelilingi oleh sejumlah pelajar lainnya. Ia terlihat didorong secara kasar dan mengalami tindakan kekerasan, termasuk penjambakan rambut dan tamparan di wajah.

Polisi Mengkonfirmasi Insiden

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, Iptu Muhammad Iksir, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut memang terjadi. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian sedang menangani kasus perundungan yang melibatkan anak di bawah umur ini secara serius. "Benar, setelah dilakukan penelusuran oleh anggota, rupanya peristiwa tersebut terjadi di salah satu sekolah di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur," ungkap Iksir saat dihubungi pada Jumat (17/7/2026).

Penyelidikan Berlanjut

Iksir menambahkan bahwa pihak kepolisian sedang mendalami rekaman video untuk mengidentifikasi semua pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut. "Tim Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) saat ini tengah mengidentifikasi siapa saja siswi yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Tentu kami juga terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak sekolah," lanjutnya.

Sampai saat ini, Iksir menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan motif atau alasan di balik perundungan tersebut, karena masih dalam tahap pengumpulan keterangan dari semua pihak yang terlibat. "Belum bisa kami simpulkan motifnya, tim di lapangan masih bekerja. Mohon bersabar, perkembangan penanganan kasus ini akan segera kami informasikan kembali," tutup Iksir.

Artikel Terkait