Fakta Kesehatan

Alternatif Filter Udara DIY untuk Mengurangi Asap Kebakaran Hutan

Filter udara rakitan sendiri dapat menjadi solusi untuk mengurangi partikel asap di dalam ruangan, meskipun tidak sepenuhnya menggantikan fungsi air purifier.

F
Fidzu Ardaf
21 October 2026
21 pembaca
Kondisi kabut asap di Kota Medan. (IDN Times/Prayugo Utomo)
Kondisi kabut asap di Kota Medan. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Filter udara rakitan sendiri dapat membantu mengurangi partikel asap di dalam ruangan, dengan efektivitas yang tergantung pada kualitas filter, desain, ukuran ruangan, dan cara pemasangan. Meskipun tidak dapat menghilangkan semua gas atau polutan dari asap, penggunaan filter ini dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga kualitas udara.

Ketika kebakaran hutan terjadi, menutup pintu dan jendela dapat membantu meminimalisir masuknya asap ke dalam rumah. Namun, partikel halus tetap bisa masuk. Salah satu solusi yang terjangkau adalah dengan menggunakan filter udara yang dirakit sendiri, yaitu dengan menggabungkan kipas dan filter udara. Penelitian serta panduan dari EPA menunjukkan bahwa filter DIY yang dirakit dengan baik dapat menurunkan kadar partikel asap di dalam ruangan.

Desain dan Efektivitas Filter DIY

Filter DIY bekerja dengan cara menarik udara melalui filter dan menghembuskan udara yang sudah disaring kembali ke dalam ruangan. Untuk menangani asap dari kebakaran hutan, EPA merekomendasikan penggunaan filter HVAC dengan nilai MERV-13 atau lebih tinggi. Semakin baik kemampuan filter dalam menangkap partikel dan semakin besar aliran udara yang disaring, maka semakin efektif pula kinerjanya.

Salah satu desain yang banyak digunakan adalah boks Corsi-Rosenthal, yang terdiri dari empat atau lima filter dengan kipas di bagian atas. Meskipun desain yang lebih sederhana dengan satu filter juga dapat berfungsi, biasanya efektivitasnya tidak sebanding dengan desain yang lebih kompleks. Penelitian laboratorium pada tahun 2022 menunjukkan bahwa desain empat filter Corsi-Rosenthal memiliki kemampuan penyaringan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan desain satu filter dasar. Namun, hasilnya di rumah dapat bervariasi tergantung pada ukuran ruangan, jenis kipas, dan kualitas pemasangan.

Keselamatan dan Perawatan Filter

Tempatkan alat filter di ruangan yang ingin dijaga kualitas udaranya. Pastikan untuk memeriksa filter secara berkala dan menggantinya jika sudah kotor atau berbau. Saat mengganti filter, lakukan dengan hati-hati agar debu yang terperangkap tidak terlepas kembali ke udara. Dari segi keselamatan, EPA merekomendasikan penggunaan kipas yang diproduksi pada tahun 2012 atau lebih baru dan memiliki tanda UL atau ETL. Hindari penggunaan kipas yang rusak atau kabel ekstensi, serta jangan biarkan alat menyala tanpa pengawasan.

Filter MERV-13 dirancang khusus untuk menangkap partikel, termasuk PM2.5 dari asap kebakaran. Namun, filter ini tidak dapat menghilangkan semua gas dan senyawa kimia yang terdapat dalam asap. Untuk menyaring gas, diperlukan media khusus seperti karbon aktif. Kinerja filter DIY juga tidak memiliki standar CADR yang sama seperti air purifier komersial yang telah diuji. Kebocoran pada sambungan, ukuran filter, jenis kipas, dan ukuran ruangan dapat mempengaruhi hasilnya. Oleh karena itu, air purifier komersial umumnya menawarkan kinerja yang lebih konsisten, sedangkan filter DIY bisa menjadi alternatif saat alat komersial sulit diperoleh.

Untuk menjaga udara dalam ruangan tetap bersih, pilih satu ruangan sebagai ruang perlindungan, tutup pintu dan jendela saat udara luar berasap, dan gunakan mode resirkulasi pada AC jika tersedia. Hindari merokok, membakar lilin atau dupa, menggunakan aerosol, atau memasak dengan panas tinggi, karena semua ini dapat menambah polusi di dalam rumah. Filter DIY dapat membantu mengurangi partikel asap, tetapi tidak dapat menjamin rumah sepenuhnya bebas dari polusi asap.

Artikel Terkait