Segera hentikan konsumsi suplemen yang dicurigai sebagai produk palsu dan jangan mencoba untuk memuntahkan atau melakukan detoksifikasi. Jika mengalami gejala berat, segera cari pertolongan medis. Bahkan jika tidak ada gejala, disarankan untuk berkonsultasi, terutama jika yang mengonsumsinya adalah anak-anak, ibu hamil, lansia, atau individu dengan penyakit kronis.
Penting untuk menyimpan kemasan dan bukti pembelian, serta memeriksa produk tersebut dan melaporkan kecurigaan melalui saluran resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jika Anda baru menyadari bahwa kemasan suplemen tidak mencantumkan nomor izin edar, tampak berbeda, atau dibeli dari penjual yang tidak jelas, jangan berasumsi tentang kandungan produk hanya berdasarkan penampilan atau gejala yang muncul.
Risiko Mengonsumsi Produk Palsu
Produk kesehatan yang tidak asli bisa jadi tidak mengandung bahan aktif, mengandung bahan yang salah atau berbahaya, atau memiliki kadar yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Efek dari produk tersebut bergantung pada kandungan dan jumlah yang tertelan, serta kondisi kesehatan orang yang mengonsumsinya. Oleh karena itu, jika Anda telah mengonsumsi produk yang mencurigakan, sebaiknya segera berhenti dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Langkah-Langkah yang Harus Diambil
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan jika Anda telah mengonsumsi suplemen yang dicurigai palsu. Pertama, jangan minum dosis berikutnya atau mencoba menghabiskan sisa kemasan. Jika suplemen tersebut dikonsumsi bersamaan dengan obat resep, jangan menghentikan obat resep tanpa petunjuk dari dokter; yang perlu dihentikan adalah produk yang dicurigai palsu.
Segera cari bantuan medis jika mengalami sesak napas, pembengkakan pada lidah atau tenggorokan, kejang, penurunan kesadaran, atau nyeri perut yang hebat. Kunjungi unit gawat darurat atau hubungi layanan darurat setempat tanpa menunggu gejala memburuk. Gejala lain seperti mual, muntah, diare, ruam, gatal, pusing, atau kelemahan tubuh juga perlu dilaporkan kepada dokter atau apoteker.
Jangan mencoba untuk memuntahkan isi perut atau menggunakan ramuan detoks, karena hal tersebut tidak menggantikan pemeriksaan medis dan dapat menambah risiko. Simpan semua kemasan, nomor batch, tanggal kedaluwarsa, dan bukti pembelian. Catat kapan produk tersebut diminum, jumlah yang dikonsumsi, serta gejala yang muncul dan kapan gejala tersebut mulai dirasakan. Informasi ini akan sangat membantu tenaga kesehatan dalam menentukan langkah selanjutnya.
Hubungi dokter, apoteker, atau fasilitas kesehatan untuk menilai apakah perlu dilakukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut. Jangan menunggu gejala muncul untuk meminta saran, terutama jika produk tersebut dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil, lansia, atau orang dengan penyakit kronis, terutama jika jumlah atau kandungan produk tidak jelas.
Periksa nama produk dan nomor izin edarnya di situs resmi BPOM. Cocokkan informasi yang ditemukan dengan merek, bentuk, label, dan kemasan yang Anda miliki. Pencarian di basis data dapat membantu memverifikasi status registrasi produk tersebut.
Jika Anda mencurigai produk tersebut palsu, sampaikan laporan kepada BPOM melalui saluran pengaduan resmi, termasuk HALO BPOM di 1500533 atau melalui email di halobpom@pom.go.id. Meskipun saat ini tidak ada keluhan, itu belum cukup untuk memastikan produk tersebut aman. Namun, kecurigaan terhadap suplemen palsu juga tidak berarti seseorang telah mengalami keracunan. Langkah yang tepat adalah berhenti mengonsumsinya, simpan informasi produk, dan minta penilaian dari tenaga kesehatan, serta segera lakukan jika muncul gejala berat.