Polisi mengungkapkan bahwa Dwi Bagus Martono (40), yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), di Madiun, memiliki tingkat kecerdasan yang superior. Hal ini terungkap dari hasil pemeriksaan psikologis yang dilakukan terhadap Dwi Bagus.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Roy HM Sihombing, menyatakan, "Memang hasil tes psikologisnya sudah keluar dan sudah disampaikan kepada kami, memang ada kecenderungan tersangka ini bersifat superior." Penjelasan ini disampaikan pada Selasa (27/10/2026).
Kecerdasan Tersangka Menjadi Sorotan
Roy menambahkan bahwa tingkat kecerdasan Dwi Bagus menjadi perhatian khusus bagi penyidik, terutama berkaitan dengan dugaan proses pembunuhan dan upaya menghilangkan jejak yang berlangsung selama dua hari. "Jadi memang yang bersangkutan ini kan, seperti yang saya sampaikan tadi, secara psikologis memang dia mempunyai kelebihan dari juga IQ, dan rasa bangga, kemudian juga dia juga memiliki kepintaran yang cukup," ujarnya.
Latar Belakang Pendidikan Dwi Bagus
Selain itu, Roy juga mengungkapkan bahwa Dwi Bagus memiliki latar belakang pendidikan dari salah satu perguruan tinggi ternama. "Dia smart banget, kemudian juga dia juga memiliki kepintaran yang tinggi," tambahnya. Kecerdasan ini menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam proses penyelidikan kasus pembunuhan ini.
Kasus ini terus berkembang, dan pihak kepolisian berupaya untuk mengungkap semua fakta yang ada di balik kejadian tragis ini.