Selain LASIK, ada beberapa metode lain yang dapat dipertimbangkan untuk mengatasi masalah penglihatan, di antaranya adalah PRK, SMILE, lensa tanam, penggantian lensa bening, dan lensa kontak khusus. Setiap prosedur memiliki tujuan dan risiko yang berbeda, sehingga tidak ada satu metode yang cocok untuk semua orang. Meskipun operasi dapat mengurangi ketergantungan pada kacamata, tidak ada jaminan bahwa seseorang akan terbebas dari kacamata seumur hidup, terutama ketika presbiopia muncul.
Banyak individu ingin beraktivitas tanpa harus terus-menerus mengandalkan kacamata, baik saat berolahraga, bekerja, maupun bepergian. LASIK bukanlah satu-satunya pilihan yang tersedia. Terdapat prosedur lain yang memanfaatkan teknologi laser, lensa tanam, atau lensa kontak khusus. Namun, penting untuk dicatat bahwa bebas dari kacamata tidak berarti penglihatan akan sempurna dalam segala kondisi. Hasil yang diperoleh akan sangat tergantung pada jenis dan tingkat kelainan refraksi, kondisi mata, serta usia pasien. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter mata sangat diperlukan untuk menentukan pilihan yang paling aman dan sesuai.
Berbagai Metode untuk Memperbaiki Penglihatan
1. Photorefractive keratectomy (PRK) adalah prosedur yang menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata. Berbeda dengan LASIK, PRK tidak membuat flap atau sayatan berbentuk penutup pada kornea. Variasi dari prosedur ini termasuk LASEK dan TransPRK yang juga dilakukan pada permukaan kornea. Tanpa flap, PRK dapat menjadi pilihan bagi pasien tertentu yang perlu menghindari prosedur pembuatan flap. Namun, dokter harus menilai ketebalan dan bentuk kornea, karena kornea yang tipis tidak otomatis memenuhi syarat.
Setelah tindakan PRK, lapisan permukaan kornea perlu waktu untuk pulih. Pasien mungkin merasakan ketidaknyamanan selama beberapa hari, dan pemulihan penglihatan biasanya lebih lambat dibandingkan dengan prosedur lain yang lebih cepat. PRK juga memiliki risiko seperti silau, kornea berkabut, infeksi, atau hasil koreksi yang kurang tepat. Meskipun prosedur ini dapat mengurangi frekuensi penggunaan kacamata, tidak ada jaminan seseorang akan sepenuhnya bebas dari kacamata.
2. Small incision lenticule extraction (SMILE) adalah metode yang menggunakan laser untuk membentuk irisan kecil di dalam kornea. Jaringan tersebut kemudian dikeluarkan melalui sayatan kecil tanpa membuat flap lebar. Prosedur ini umumnya digunakan untuk mengatasi rabun jauh dan beberapa kasus mata silinder. Ketersediaan dan rentang koreksinya dapat bervariasi tergantung pada alat yang digunakan dan negara tempat prosedur dilakukan.
Karena tidak ada flap yang dibuat, beberapa penelitian menunjukkan bahwa keluhan mata kering mungkin lebih ringan dibandingkan dengan prosedur laser lainnya, meskipun efek ini tidak dialami oleh semua pasien. Meskipun SMILE adalah operasi kornea, tetap ada risiko seperti mata kering atau komplikasi lainnya. Metode ini juga tidak secara langsung mengatasi presbiopia.
3. Pada prosedur lensa tanam phakic, dokter menanam lensa tambahan di dalam mata tanpa mengangkat lensa alami. Jenis lensa ini, yang dikenal sebagai phakic intraocular lens (pIOL), termasuk lensa kolamer implan atau ICL. Pilihan ini bisa dipertimbangkan, terutama bagi individu dengan rabun jauh tinggi yang tidak cocok menjalani operasi laser kornea. Dalam prosedur ini, kornea tidak dibentuk ulang dan lensa alami tetap ada, sehingga menjadi pertimbangan bagi pasien dengan ukuran minus tinggi atau kondisi kornea tertentu.
4. Refractive lens exchange (RLE) atau penggantian lensa bening dilakukan dengan mengangkat lensa alami mata yang masih jernih dan menggantinya dengan lensa buatan. Dengan lensa tanam tertentu, prosedur ini dapat membantu penglihatan baik untuk jarak jauh maupun dekat. RLE biasanya lebih dipertimbangkan bagi pasien yang telah mengalami presbiopia atau memiliki kondisi refraksi tertentu. Pilihan lensa buatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan untuk melihat jarak jauh, menengah, dan dekat.
Lensa Kontak dan Ortho-K sebagai Alternatif Non-Operatif
5. Lensa kontak biasa digunakan untuk mengoreksi penglihatan saat dipakai. Untuk presbiopia, terdapat lensa multifokal yang membantu melihat pada berbagai jarak. Ortho-K adalah metode yang menggunakan lensa keras khusus yang dipakai saat tidur untuk mengubah bentuk kornea secara sementara, sehingga beberapa orang dapat melihat lebih jelas pada siang hari tanpa kacamata atau lensa kontak. Prosedur ini tidak memerlukan operasi dan lensa kontak dapat dilepas, tetapi efek dari Ortho-K akan berkurang jika pemakaiannya dihentikan.
Penting untuk diingat bahwa operasi untuk rabun jauh, rabun dekat, atau silinder tidak secara otomatis mengatasi masalah presbiopia. Oleh karena itu, individu yang mengalami perbaikan penglihatan jauh setelah prosedur tertentu masih mungkin memerlukan kacamata baca. Pemeriksaan menyeluruh sangat membantu dokter dalam menilai kondisi kornea, ukuran kelainan refraksi, kesehatan mata, dan kebutuhan penglihatan sehari-hari sebelum membahas manfaat serta risiko dari setiap prosedur.