Jakarta - Dea Arranoya, putri dari Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Nevirizal, menjadi sorotan publik setelah memposting gaya hidup mewah di media sosial, yang kemudian viral. Tindakan tersebut membuat Nevirizal memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Postingan yang memicu perhatian ini muncul pada Rabu (22/7/2026), di mana Dea menunjukkan liburannya ke Korea Selatan, Bangkok, dan Eropa. Ia juga membagikan percakapan di grup keluarga yang mencakup rencana pembelian mobil. Dalam salah satu unggahannya, terlihat foto jeriken yang tertata rapi, yang diklaim berisi bahan bakar minyak, diletakkan di samping mobil berwarna hitam. "Papaku beli minyak 15 jeriken. Ntah mobil mana lagi yang mau dipenuhkannya," tulis Dea dalam unggahannya.
Kontroversi di Tengah Pemulihan Bencana
Postingan Dea menjadi perbincangan hangat karena diunggah saat Gayo Lues masih berusaha pulih dari bencana. Dalam salah satu percakapan di grup keluarga, Nevirizal mengaku sedang mengikuti rapat penanganan bencana saat itu. Tangkapan layar dari percakapan tersebut juga tersebar di media sosial.
Nevirizal kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah dan masyarakat, mengakui bahwa ia lalai dalam mengawasi aktivitas anaknya di media sosial. "Saya mohon sama pemerintah, sama masyarakat yang tersakiti karena ini memang ketidaksengajaan yang anak kami buat karena mungkin dia belum sampai pemikirannya ke situ," ungkap Nevirizal.
Langkah Mundur dari Jabatan
Setelah video putrinya viral, Nevirizal mengumumkan pengunduran dirinya tiga hari kemudian. Ia menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas tindakan anaknya yang berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempatnya bekerja. "Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik," tulis Nevirizal dalam pernyataannya.
Nevirizal juga menjelaskan bahwa surat pengunduran dirinya telah disampaikan kepada Wakil Bupati Gayo Lues, H Maliki, karena bupati sedang dinas luar daerah. Ia menganggap langkah ini penting untuk menjaga integritas dan nama baik lembaga pemerintah.
Di sisi lain, Dea juga mengeluarkan surat terbuka yang mengakui kesalahannya terkait perilaku flexing yang dinilai tidak bijak. Ia menyadari bahwa unggahannya, terutama yang menampilkan jeriken berisi BBM, telah menyinggung masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi. "Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan," tulis Dea.
Dea menegaskan bahwa ia telah menghapus semua konten yang terkait dari akun media sosialnya dan berkomitmen untuk introspeksi serta memperbaiki cara berinteraksi di media sosial. Ia berharap untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang dan meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan.