Fakta Kesehatan

Apakah Black Garlic Dapat Mencegah Kanker? Fakta atau Mitos?

Hingga saat ini, belum ada bukti yang meyakinkan bahwa black garlic dapat mencegah kanker pada manusia, meskipun penelitian laboratorium menunjukkan hasil yang menjanjikan.

F
Fidzu Ardaf
29 September 2026
25 pembaca
Black garlic (commons.wikimedia.org/H. Alexander Talbot)
Black garlic (commons.wikimedia.org/H. Alexander Talbot)

Belum terdapat bukti yang kuat mengenai kemampuan black garlic dalam mencegah kanker pada manusia. Meskipun ekstrak black garlic telah diteliti di laboratorium, hasil yang diperoleh dari sel kanker tidak menunjukkan efek yang sama ketika black garlic dikonsumsi. Penelitian yang dilakukan pada manusia terkait bawang putih juga masih terbatas dan belum secara khusus menguji black garlic.

Black garlic, atau bawang putih hitam, dihasilkan melalui proses pengolahan bawang putih pada suhu dan kelembapan yang terkontrol, sehingga menghasilkan warna yang gelap dan rasa yang lebih manis. Proses ini mengubah komposisi senyawa di dalamnya, menjadikannya objek penelitian yang menarik. Namun, klaim bahwa makanan tertentu dapat mencegah kanker perlu dibuktikan melalui penelitian pada manusia, dan hingga kini, bukti tersebut belum tersedia secara meyakinkan untuk black garlic.

Penelitian Laboratorium dan Bukti pada Manusia

Klaim bahwa mengonsumsi black garlic dapat mencegah kanker belum terbukti sebagai fakta. Meskipun demikian, black garlic tetap memiliki manfaat bagi kesehatan. Sebagian besar bukti yang sering dikutip berasal dari penelitian praklinis, yang melibatkan percobaan pada sel di laboratorium atau hewan. Tahap ini penting untuk menemukan kemungkinan mekanisme, tetapi belum menjawab apakah konsumsi black garlic dalam pola makan sehari-hari dapat mengurangi risiko kanker pada manusia.

Sebuah tinjauan penelitian yang dilakukan pada tahun 2024 menunjukkan bahwa ekstrak black garlic dapat memengaruhi pertumbuhan dan kematian sel kanker dalam penelitian laboratorium, serta menunjukkan efek pada beberapa hewan percobaan. Namun, para peneliti menekankan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat dan dosis yang tepat pada manusia.

Studi laboratorium yang dilakukan pada tahun 2025 menguji ekstrak black garlic pada sel kanker paru, hati, payudara, dan kolorektal. Hasil penelitian ini bervariasi tergantung pada jenis ekstrak dan konsentrasinya. Karena penelitian ini tidak melibatkan manusia, manfaat potensial dari black garlic masih perlu dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut.

Keterbatasan Bukti dan Rekomendasi Kesehatan

Penting untuk dicatat bahwa hasil penelitian yang dilakukan pada sel di laboratorium tidak dapat langsung diterapkan pada manusia. Ketika dikonsumsi, senyawa dalam makanan akan dicerna dan diubah oleh tubuh, sehingga temuan dari laboratorium belum bisa dijadikan dasar untuk merekomendasikan konsumsi black garlic sebagai cara untuk mencegah kanker.

Sebuah tinjauan sistematis yang dilakukan pada tahun 2021 menemukan bahwa bukti mengenai bawang putih dan pencegahan kanker masih terbatas. Salah satu uji klinis menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih tua (aged garlic extract) dosis tinggi dapat mengurangi jumlah dan ukuran adenoma kolorektal, yang merupakan polip berpotensi berkembang menjadi kanker. Namun, adenoma bukanlah kanker, dan produk yang diteliti bukanlah black garlic sebagai makanan. Selain itu, hasil studi mengenai konsumsi bawang putih dan risiko kanker kolorektal masih tidak konsisten, sehingga peneliti menyimpulkan bahwa bukti yang ada belum cukup kuat untuk menarik kesimpulan definitif.

Sejalan dengan itu, National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menyatakan bahwa konsumsi bawang putih tampaknya tidak menurunkan risiko kanker lambung, sedangkan pengaruhnya terhadap kanker kolorektal masih belum jelas. Pernyataan ini merujuk pada bawang putih secara umum.

Black garlic dapat dinikmati sebagai bagian dari makanan sehari-hari, tetapi tidak seharusnya diandalkan untuk mencegah atau mengobati kanker. Makanan ini juga tidak boleh menggantikan pemeriksaan atau pengobatan yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan. Penting untuk diingat bahwa ekstrak atau suplemen bawang putih pekat berbeda dengan black garlic sebagai makanan. Suplemen bawang putih dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama bagi mereka yang menggunakan obat pengencer darah atau aspirin, sehingga penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Cara yang lebih terbukti untuk mengurangi risiko kanker mencakup tidak merokok, menjaga berat badan yang sehat, mengonsumsi buah dan sayur, rutin beraktivitas fisik, membatasi konsumsi alkohol, serta mengikuti vaksinasi dan skrining sesuai usia dan faktor risiko.

Secara keseluruhan, hingga saat ini, black garlic belum terbukti dapat mencegah kanker pada manusia. Hasil penelitian laboratorium memang menarik, tetapi masih perlu menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut, bukan bukti perlindungan terhadap kanker.

Artikel Terkait