Dalam sebuah metaanalisis yang dipublikasikan pada tahun 2026, melibatkan 123.940 peserta, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan kenaikan berat badan yang signifikan sebagai efek dari penggunaan statin, meskipun perubahan berat badan tetap dapat terjadi karena faktor lain. Analisis yang dilakukan pada tahun 2015 mencatat bahwa pengguna statin rata-rata memiliki berat badan 0,24 kilogram lebih berat setelah masa pemantauan selama 4,2 tahun; namun, selisih ini dianggap kecil. Obat kolesterol terdiri dari berbagai jenis, tidak hanya statin. Jika terjadi perubahan berat badan, penting untuk mencatat kapan hal itu terjadi dan berkonsultasi dengan dokter tanpa mengubah dosis atau menghentikan pengobatan secara mandiri.
Perubahan berat badan setelah memulai pengobatan kolesterol sering kali menimbulkan pertanyaan mengenai apakah obat tersebut menjadi penyebabnya. Kekhawatiran ini cukup wajar, terutama karena perubahan berat badan sering kali dikaitkan dengan efek samping obat. Namun, sebelum menyalahkan obat kolesterol, penting untuk memahami cara kerja obat-obatan ini dalam tubuh.
Kenaikan Berat Badan yang Tidak Terbukti Signifikan
Metaanalisis yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada tahun 2026 menggabungkan data dari uji klinis acak yang tersamar ganda. Dalam penelitian ini, 123.940 peserta dibagi menjadi dua kelompok, satu menerima statin dan yang lainnya plasebo, dengan masa pemantauan rata-rata selama 4,5 tahun. Dari 66 efek samping yang dicantumkan dalam informasi produk statin, tidak ada laporan yang menunjukkan kenaikan berat badan yang signifikan pada kelompok pengguna statin.
Walaupun demikian, bukan berarti perubahan berat badan tidak mungkin terjadi pada pengguna statin. Jika seseorang mengalami kenaikan berat badan setelah memulai pengobatan, urutan waktu perubahan tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa obatlah yang menjadi penyebabnya.
Variasi Jenis Obat Kolesterol
Sebuah analisis yang diterbitkan pada tahun 2015 melibatkan 129.170 peserta dan membandingkan perubahan berat badan antara pengguna statin dan kelompok kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah pemantauan rata-rata selama 4,2 tahun, berat badan peserta yang menggunakan statin tercatat sekitar 0,24 kilogram lebih tinggi. Angka ini merupakan selisih rata-rata antara kedua kelompok. Jika digabungkan dengan metaanalisis terbaru, bukti yang ada menunjukkan bahwa kenaikan rata-rata yang terukur tergolong kecil, dan kenaikan berat badan yang signifikan sebagai efek samping belum terbukti.
Obat kolesterol juga mencakup jenis lain seperti ezetimibe, penghambat PCSK9, fibrat, dan obat-obatan lainnya. Masing-masing obat ini bekerja dengan cara yang berbeda, sehingga temuan mengenai statin tidak serta merta berlaku untuk semua jenis obat kolesterol. Jenis obat yang digunakan dapat dilihat pada kemasan atau ditanyakan kepada dokter maupun apoteker.
Jika terjadi perubahan berat badan setelah memulai pengobatan, penting untuk mencatat kapan perubahan itu terjadi dan melaporkannya kepada dokter yang meresepkan obat. Dokter akan dapat menilai kemungkinan penyebab lain, mengevaluasi obat yang digunakan, dan menentukan apakah perlu dilakukan pemeriksaan atau penyesuaian dosis.
Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengurangi dosis atau menghentikan penggunaan obat kolesterol secara mandiri. Penting untuk melaporkan semua efek yang dirasakan dan berkonsultasi dengan dokter yang merawat sebelum mengambil keputusan untuk menghentikan pengobatan.