Fakta Pendidikan

Apakah Usia 5,5 Tahun Ideal untuk Masuk SD? Simak Penjelasan Pakar

Saat ini, banyak daerah yang melaksanakan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD, di mana anak berusia 5 tahun 6 bulan dapat mendaftar. Namun, pakar dari IPB University menjelaskan pent...

P
Panca Akbar Saputra
17 June 2026
46 pembaca
Usia ideal anak masuk SD. Foto: Getty Images/Worawee Meepian
Usia ideal anak masuk SD. Foto: Getty Images/Worawee Meepian

Di berbagai daerah, saat ini tengah berlangsung Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, anak yang berusia antara 5 tahun 6 bulan hingga di bawah 7 tahun diperbolehkan untuk mendaftar. Meski demikian, pendaftaran tetap memprioritaskan anak yang berusia 7 tahun atau lebih. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan anak untuk memasuki sekolah pada usia tersebut.

Pentingnya Kesiapan Anak Masuk Sekolah

Prof. Dwi Hastuti, seorang pakar pengasuhan dan perkembangan anak dari IPB University, menegaskan bahwa usia bukanlah satu-satunya faktor yang harus diperhatikan. Ia menyatakan bahwa usia ideal untuk anak masuk SD adalah 6 tahun, di mana anak biasanya telah mengalami masa transisi dari kanak-kanak menuju dunia sekolah. Pada usia ini, anak umumnya sudah memiliki kematangan dalam berpikir dan emosi mereka.

“Kalau ada anak usia 5,5 tahun yang sudah menunjukkan kematangan sosial, emosional, dan kemandirian yang baik, mungkin bisa menjadi pengecualian. Namun secara umum, anak usia 5,5 tahun masih banyak yang belum cukup matang untuk menghadapi tuntutan sekolah dasar,” ujarnya.

Aspek-Aspek Kesiapan Anak

Menurut Prof. Dwi, kesiapan anak tidak hanya dapat diukur dari kemampuan akademik seperti menulis, membaca, atau berhitung. Terdapat enam aspek penting yang perlu diperhatikan, yaitu aspek kognitif, sosial, emosional, fisik/motorik, moral/spiritual, dan bahasa. Keenam aspek ini memiliki peran yang signifikan dalam kesiapan anak untuk bersekolah.

Dalam aspek kognitif, anak yang siap umumnya mampu berpikir lebih konkret, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan mulai bisa berpikir kritis. Dari segi fisik dan motorik, anak biasanya sudah dapat melakukan berbagai aktivitas secara mandiri, seperti mencuci tangan, menggunakan toilet, dan mengikuti instruksi sederhana. Sementara itu, dalam aspek sosial dan emosional, anak diharapkan mampu bekerja sama, berbagi, berempati, dan menghormati orang lain, serta dapat mengendalikan emosinya dengan lebih baik.

Prof. Dwi menambahkan bahwa aspek-aspek tersebut menjadi bekal penting agar anak dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah. Jika anak masuk SD sebelum siap, dapat muncul risiko seperti rasa percaya diri yang rendah karena merasa tertinggal. Hal ini dapat menyebabkan perasaan minder, stres, dan bahkan berpotensi menjadi korban perundungan.

“Yang perlu dibangun pada anak bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan hidup seperti percaya diri, empati, kemampuan mengendalikan diri, dan toleransi. Fondasi inilah yang akan mendukung keberhasilan anak dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan kepada orang tua untuk memastikan bahwa anak benar-benar siap saat memasuki SD. Orang tua perlu melakukan pengecekan secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan kemampuan akademik.

“Lebih baik anak masuk SD ketika ia sudah matang, mandiri, dan percaya diri. Tujuan pendidikan bukan sekadar membuat anak cepat sekolah, tetapi membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkembang secara optimal,” tutupnya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait