Fakta Nasional

Bos Sound Horeg Minta Maaf Usai Sebut MUI Jatim 'Goblok'

Setyo Budi Mularso, pemilik sound horeg Aeromax, meminta maaf setelah mengeluarkan kata 'goblok' kepada MUI Jawa Timur saat siaran langsung. Ia mengaku mendapatkan nasihat dari istri dan anaknya.

E
Eko Prasetyo
11 September 2026
9 pembaca
Foto: Pengusaha sound horeg, Setyo Budi Mularso hina fatwa MUI Jatim dengan kata goblok saat live di TV nasional (Dok. Istimewa)
Foto: Pengusaha sound horeg, Setyo Budi Mularso hina fatwa MUI Jatim dengan kata goblok saat live di TV nasional (Dok. Istimewa)

Karanganyar - Setyo Budi Mularso, yang dikenal sebagai bos sound horeg Aeromax dari Karanganyar, menjadi pusat perhatian setelah mengucapkan kata 'goblok' kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dalam sebuah siaran langsung di televisi. Budi mengungkapkan bahwa ia telah mendapat ceramah dari istri dan anaknya di rumah terkait pernyataannya tersebut.

"Saya diceramahi anak istri, otomatis anak istri menceramahi 24 jam di rumah. Sudah diberitahu untuk lebih baik yang wajar-wajar saja," ungkap Budi, seperti dilansir detikJatim pada Jumat (11/9/2026).

Permohonan Maaf dan Rencana ke Depan

Budi juga telah menyampaikan permohonan maafnya kepada MUI di Karanganyar. Setelah pernyataannya menimbulkan kontroversi, ia berencana untuk menghentikan aktivitas memainkan sound horeg dan akan kembali fokus pada konser musik dengan pengaturan sound yang lebih konvensional.

"Saya sendiri sudah sampaikan saya khilaf dari pernyataan saya itu. Saya juga sudah menyampaikan dari hati yang benar-benar tulus, bahwasanya saya khilaf. Dan saya tobat," jelas Budi.

Tanggapan MUI Karanganyar

Dalam pernyataan terpisah, Ketua MUI Karanganyar, KH Badaruddin, menyatakan bahwa ia telah memaafkan pernyataan Budi mengenai MUI Jawa Timur. Ia menekankan bahwa Budi telah mengakui kesalahannya.

"Saya sebagai orang Islam memaafkan. Dengan meminta maaf kepada MUI Jatim, MUI Jateng, dan (MUI) Indonesia termasuk (MUI) Karanganyar, sudah saya maafkan. Jangan sampai itu terulang kembali," kata Badaruddin.

Budi berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga dan tidak terulang di masa mendatang.

Artikel Terkait