Tuesday, 05 May 2026
Fakta Kesehatan

BPOM Izinkan Penandaan Nutri-Level pada Kemasan Makanan dan Minuman

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui pencantuman Nutri-Level untuk membantu konsumen memilih produk pangan dan minuman yang lebih sehat.

P
Panca Akbar Saputra
07 April 2026 17 pembaca
BPOM Izinkan Penandaan Nutri-Level pada Kemasan Makanan dan Minuman

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah memberikan persetujuan untuk pencantuman informasi Nutri-Level pada kemasan produk pangan dan minuman. Inisiatif ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memilih makanan dan minuman yang lebih sehat, terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pola makan sehat.

Nutri-Level adalah sistem penandaan yang akan memudahkan konsumen untuk memahami kualitas gizi dari produk yang mereka beli. Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih bijak terkait konsumsi makanan dan minuman. “Dengan Nutri-Level, konsumen dapat dengan cepat mengetahui apakah produk tersebut memenuhi standar gizi yang baik,” ungkap seorang juru bicara BPOM saat konferensi pers.

Pencantuman Nutri-Level pada kemasan ini mencakup berbagai kategori gizi seperti kandungan kalori, lemak, gula, dan protein. Melalui penandaan tersebut, konsumen dapat dengan mudah membandingkan antara produk satu dengan yang lainnya. Hal ini sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan gizi khusus, seperti penderita diabetes atau orang yang sedang menjalani program diet.

Proses pengesahan ini melibatkan serangkaian kajian dan uji coba untuk memastikan bahwa sistem penandaan ini tidak hanya informatif, tetapi juga menarik perhatian konsumen. BPOM berkomitmen untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk produsen dan ahli gizi, dalam pengembangan dan implementasi Nutri-Level. “Kami berharap semua produsen dapat berpartisipasi aktif dalam penerapan sistem ini demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi yang seimbang,” jelas juru bicara tersebut.

Keputusan ini disambut baik oleh berbagai kalangan, termasuk konsumen dan ahli gizi. Banyak yang berharap bahwa dengan adanya Nutri-Level, akan terjadi perubahan positif dalam pola makan masyarakat. Misalnya, seorang konsumen bernama Rina mengungkapkan, “Saya merasa terbantu dengan adanya informasi ini. Sekarang saya lebih mudah memilih makanan yang baik untuk kesehatan keluarga saya.”

BPOM juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan sosialisasi yang luas agar masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan informasi ini sebaik mungkin. Kegiatan kampanye akan dilakukan di berbagai platform, termasuk media sosial dan acara komunitas kesehatan. “Kami ingin informasi tentang Nutri-Level dapat diakses oleh semua orang,” tambahnya.

Dengan langkah ini, BPOM berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nutrisi yang baik dan membantu mereka dalam memilih makanan dan minuman yang lebih sehat. Keputusan untuk menerapkan Nutri-Level diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi konsumen, tetapi juga dapat memotivasi produsen untuk meningkatkan kualitas produk mereka. Sekarang, perhatian tertuju kepada produsen yang diharapkan segera mengadaptasi sistem ini dalam kemasan produk mereka.

Ke depan, BPOM akan terus memantau perkembangan implementasi Nutri-Level dan dampaknya terhadap konsumen serta industri pangan. Inisiatif ini merupakan langkah awal dalam memperbaiki kesehatan masyarakat melalui pilihan makanan yang lebih baik.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait