Fakta Ekonomi

BTN Targetkan Peningkatan Kredit Non-Perumahan Hingga 30 Persen pada 2030

Bank Tabungan Negara (BTN) berencana untuk meningkatkan porsi kredit non-perumahan menjadi 30 persen dari total kredit pada tahun 2030, seiring dengan pertumbuhan yang telah dicapai hingga saat ini.

P
Panca Akbar Saputra
10 September 2026
15 pembaca
Foto: Dok Republika
Foto: Dok Republika

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menetapkan target untuk porsi kredit non-perumahan mencapai sekitar 30 persen dari total kredit pada tahun 2030. Saat ini, porsi tersebut telah mencapai 20,4 persen per Juni 2026, dan 18,0 persen pada akhir 2025.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan bahwa pengembangan bisnis non-perumahan tidak berarti BTN meninggalkan fokus utamanya di sektor perumahan. Sebaliknya, strategi ini bertujuan untuk memperkuat model bisnis BTN dengan menciptakan sumber-sumber pertumbuhan baru yang tetap terhubung dengan basis nasabah dan ekosistem perusahaan. "BTN tetap menjadi bank yang fokus pada sektor perumahan. Namun, kebutuhan nasabah tidak berhenti ketika mereka memiliki rumah. Melalui Beyond Mortgage, kami ingin hadir lebih luas dalam kebutuhan finansial nasabah sekaligus masuk ke ekosistem-ekosistem baru yang memiliki potensi bisnis besar," ujar Nixon dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Strategi Pertumbuhan Organik dan Anorganik

Untuk mempercepat diversifikasi tersebut, BTN mengadopsi strategi pertumbuhan baik secara organik maupun anorganik. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan akuisisi portofolio kredit secara selektif untuk memperluas basis nasabah dan meningkatkan kontribusi dari bisnis non-perumahan.

Hingga Juni 2026, porsi kredit non-perumahan BTN telah meningkat menjadi 20,4 persen dari total kredit, dan diperkirakan akan terus tumbuh menuju 30 persen pada tahun 2030. BTN juga mengembangkan pendekatan bisnis berbasis ekosistem dengan memperluas kemitraan di luar sektor perumahan. Saat ini, BTN telah menjalin kerja sama dengan 59 pemerintah daerah, 57 universitas, serta 26 rumah sakit di berbagai wilayah di Indonesia.

Ekspansi ke Sektor Pariwisata dan Kesehatan

BTN mulai memperluas penetrasi ke ekosistem pariwisata dengan menjalin kerjasama dalam transaksi di merchant, kuliner, resor, properti, hingga kawasan wisata. "Ekosistem menjadi pintu masuk yang sangat penting. Ketika BTN masuk ke pemerintah daerah, misalnya, peluangnya bukan hanya pengelolaan rekening institusi, tetapi juga payroll, KPR, dan kredit konsumer bagi ASN, treasury hingga berbagai transaksi lainnya. Pola yang sama kami kembangkan di pendidikan, kesehatan maupun pariwisata," tutur Nixon.

Strategi ini didukung oleh pengembangan ekosistem digital BTN. Hingga Juni 2026, balé by BTN telah memiliki 4,3 juta pengguna, sedangkan balé Korpora digunakan oleh sekitar 25.700 pengguna. Ekosistem BTN juga mencakup lebih dari 344.000 merchant, lebih dari 11.000 developer, serta sekitar 439.000 rekening payroll. Di sektor kesehatan, BTN menghadirkan Healthcare Dashboard melalui balé Korpora yang dapat membantu institusi rumah sakit dalam memantau kinerja secara real-time, termasuk produktivitas dokter dan arus kas. Sementara itu, di sektor pariwisata, BTN memberikan solusi pembayaran, transaksi, dan layanan finansial terintegrasi di sejumlah kawasan destinasi wisata.

Selain pendapatan berbasis bunga, ekspansi Beyond Mortgage juga mulai diarahkan untuk memperbesar sumber pendapatan berbasis komisi. Salah satunya melalui bancassurance yang hingga semester I-2026 menghasilkan pendapatan non-bunga sebesar Rp27,4 miliar, setara dengan sekitar 1,5 persen dari total fee-based income BTN. Perseroan juga tengah mengembangkan kemitraan bancassurance eksklusif melalui jaringan kantor cabang.

Nixon menjelaskan bahwa perluasan bisnis ini akan tetap berjalan seiring dengan penguatan bisnis perumahan yang menjadi kompetensi utama BTN. Dengan demikian, Beyond Mortgage tidak mengubah identitas BTN sebagai bank yang fokus pada sektor perumahan, tetapi memperbesar ruang bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah sepanjang siklus kehidupannya.

Artikel Terkait