Ketika anak mulai mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau demam, orang tua tentu ingin segera membuatnya merasa lebih nyaman. Terutama jika si kecil menjadi rewel, sulit tidur, atau kehilangan nafsu makan akibat kondisi tubuh yang tidak fit. Jika gejala ini disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), apa yang bisa dilakukan orang tua di rumah untuk membantu anak melewati masa pemulihan?
Merawat anak yang terkena ISPA tidak selalu berarti harus memberikan banyak obat. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu meredakan gejala, mulai dari memastikan kecukupan cairan hingga memberikan waktu istirahat yang cukup. Berikut adalah lima tips untuk merawat anak yang mengalami ISPA agar lebih nyaman, serta tanda-tanda kapan si kecil perlu dibawa ke dokter.
Memberikan Waktu Istirahat yang Cukup
Ketika anak mengalami ISPA, biasanya mereka akan lebih cepat lelah, rewel, atau kurang aktif dibandingkan biasanya. Jika biasanya anak aktif berlari dan bermain, kali ini mereka mungkin lebih memilih untuk berbaring atau meminta ditemani orang tua. Oleh karena itu, penting untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk beristirahat sesuai kebutuhannya agar tubuhnya memiliki waktu untuk sembuh. Tidak perlu memaksa anak untuk tidur terus-menerus jika mereka masih ingin bermain ringan. Ciptakanlah lingkungan yang tenang dan nyaman agar anak dapat tidur lebih nyenyak. Jika si kecil belum ingin tidur, orang tua bisa menemani mereka membaca buku atau melakukan aktivitas santai lainnya di rumah.
Memenuhi Kebutuhan Cairan Anak
Ketika anak mengalami demam atau pilek, mereka sering kali kurang ingin minum, terutama jika tenggorokan terasa tidak nyaman. Namun, asupan cairan tetap harus dipenuhi agar anak terhindar dari dehidrasi. Oleh karena itu, tawarkan air putih sedikit-sedikit tetapi lebih sering, sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Jika anak masih mendapatkan ASI, teruslah memberikan ASI atau susu sesuai kebutuhannya. Orang tua juga dapat menawarkan minuman yang sesuai dengan usia anak agar mereka lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. Selain itu, perhatikan tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, frekuensi buang air kecil yang berkurang, atau tampak sangat lemas.
Hidung yang tersumbat dapat menyebabkan anak kesulitan bernapas melalui hidung, rewel, dan terbangun beberapa kali saat tidur. Kondisi ini sering kali membuat waktu istirahat anak menjadi kurang nyaman, terutama saat pilek. Untuk membantu meredakan hidung tersumbat, orang tua bisa menggunakan tetes atau semprotan larutan saline sesuai dengan petunjuk pemakaian. Pada bayi, lendir yang lebih encer dapat dikeluarkan dengan menggunakan alat penyedot lendir khusus bayi dengan lembut jika diperlukan. Hindari memasukkan benda ke dalam hidung atau menggunakan minyak esensial yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Jika hidung yang tersumbat menyebabkan anak kesulitan bernapas atau minum, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Selama sakit, nafsu makan anak biasanya menurun, sehingga makanan favoritnya mungkin tidak habis seperti biasanya. Alih-alih memaksanya makan dalam porsi besar, tawarkan makanan dalam porsi kecil namun lebih sering, sesuai selera dan usianya. Pilihlah makanan yang mudah ditelan dan bergizi, seperti sup hangat, bubur, atau telur yang dimasak matang jika sesuai dengan usia anak. Jika si kecil menolak untuk makan, beri jeda sejenak lalu tawarkan kembali saat mereka merasa lebih nyaman. Pastikan anak tetap mendapatkan cukup cairan karena kebutuhan hidrasi perlu diperhatikan selama masa pemulihan. Jika anak terus menerus menolak minum, mengalami muntah berulang, atau tampak semakin lemas, segera cari bantuan medis.
Merawat anak di rumah tidak berarti orang tua hanya menunggu hingga batuk dan pilek hilang dengan sendirinya. Perhatikan apakah demam mulai mereda, anak kembali aktif, dan pola makan serta minumnya berangsur membaik. Jika gejala semakin berat, demam tidak kunjung reda, atau anak sempat membaik lalu kembali sakit, sebaiknya periksakan kondisi mereka ke dokter. Orang tua juga perlu waspada jika anak terlihat kesulitan bernapas, napasnya jauh lebih cepat dari biasanya, bibirnya tampak kebiruan, atau sulit dibangunkan. Untuk bayi di bawah tiga bulan, demam dengan suhu 38°C atau lebih perlu segera diperiksakan ke dokter.
Jadi, meskipun ISPA dapat dirawat di rumah dalam kondisi tertentu, jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika kondisi si kecil terlihat semakin mengkhawatirkan. Merawat anak yang mengalami ISPA di rumah dapat dimulai dengan hal sederhana, seperti memastikan si kecil cukup istirahat, minum, dan mendapatkan makanan bergizi sesuai kebutuhannya. Selama masa pemulihan, perhatikan juga perubahan gejala agar orang tua tahu apakah kondisi anak mulai membaik atau justru memburuk. Jika keluhan tidak kunjung mereda atau muncul tanda bahaya, segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.