Fakta Kesehatan

Dampak Stroke pada Otak: Proses Kerusakan Setiap Menit

Kerusakan otak akibat stroke sumbatan dapat terjadi dalam hitungan menit, dengan kecepatan yang bervariasi antar individu. Penanganan cepat sangat penting untuk meminimalkan dampak permanen.

F
Fidzu Ardaf
28 September 2026
36 pembaca
ilustrasi otak manusia (vecteezy.com/Sakuna Thongkum)
ilustrasi otak manusia (vecteezy.com/Sakuna Thongkum)

Pada kasus stroke sumbatan, bagian otak yang mengalami kekurangan aliran darah dapat mulai mengalami kerusakan permanen dalam waktu yang sangat singkat. Kecepatan kerusakan ini berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada aliran darah cadangan dan lokasi sumbatan yang terjadi. Oleh karena itu, gejala stroke harus segera mendapatkan penanganan. Batas waktu untuk terapi merupakan pertimbangan medis, bukan alasan untuk menunda perawatan.

Proses Kerusakan Otak

Kerusakan otak akibat stroke tidak berlangsung dengan kecepatan yang sama untuk setiap individu. Ketika aliran darah ke otak terhambat, jaringan yang kekurangan oksigen dapat mulai rusak dalam waktu yang sangat singkat. Pada stroke sumbatan, kerusakan dapat menyebar dari area yang kehilangan aliran darah ke jaringan di sekitarnya. Di sisi lain, pada stroke perdarahan, darah yang bocor dari pembuluh dapat langsung merusak dan menekan jaringan otak.

Setelah stroke terjadi, aliran darah ke otak terganggu, dan dalam menit hingga jam berikutnya, area yang terancam dapat meluas. Penanganan tetap dapat dipertimbangkan dalam beberapa jam setelah kejadian. Pada stroke perdarahan, cedera dimulai saat pembuluh darah pecah, sedangkan pada stroke iskemik, sumbatan mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke bagian otak. Area dengan aliran darah terendah membentuk inti infark, yang merupakan jaringan yang mengalami cedera berat dengan cepat.

Risiko Kerusakan Jaringan

Di sekitar inti infark terdapat jaringan yang masih menerima sedikit aliran darah dari pembuluh lain, yang disebut penumbra. Jaringan ini masih bisa diselamatkan jika aliran darah segera dipulihkan. Namun, jika aliran darah tidak kembali, jaringan penumbra juga dapat mengalami kerusakan permanen. Penelitian menunjukkan bahwa pada stroke iskemik besar yang tidak ditangani, rata-rata 1,9 juta neuron dapat rusak setiap menit. Angka ini merupakan perkiraan untuk tipe stroke tertentu dan bukan ukuran pasti bagi setiap pasien.

Studi lain yang dilakukan pada pasien dengan sumbatan pembuluh besar menunjukkan variasi yang signifikan dalam laju kerusakan, mulai dari kurang dari 35 ribu hingga lebih dari 27 juta neuron per menit. Hal ini menunjukkan bahwa kerusakan dapat berkembang lebih lambat pada beberapa pasien, sementara pada yang lain bisa jauh lebih cepat. Faktor-faktor seperti kondisi aliran darah cadangan serta ukuran dan lokasi sumbatan sangat mempengaruhi hal ini.

Bagi pasien tertentu yang mengalami stroke sumbatan, terapi penghancur bekuan dapat diberikan dalam waktu 4,5 jam. Pasien yang memenuhi kriteria tertentu berdasarkan pencitraan juga mungkin mendapatkan terapi dalam jendela waktu yang lebih panjang; misalnya, trombektomi dapat dipertimbangkan hingga 24 jam setelah stroke terjadi. Namun, ini bukan berarti aman untuk menunggu, karena semakin cepat pasien mendapatkan pemeriksaan, semakin cepat dokter dapat menentukan pilihan penanganan yang tepat.

Darah yang merembes atau masuk ke jaringan otak dapat merusak sel-sel dan menekan jaringan di sekitarnya. Pembengkakan, tekanan di dalam tengkorak, serta gangguan aliran darah yang berkelanjutan dapat menambah kerusakan yang terjadi. Gejala seperti wajah yang mencong, satu lengan yang melemah, kesulitan berbicara, serta gangguan keseimbangan atau penglihatan yang muncul secara tiba-tiba harus dianggap sebagai keadaan darurat. Penting untuk segera mencari pertolongan medis dan mencatat kapan gejala pertama kali muncul, atau kapan individu tersebut terakhir kali terlihat dalam kondisi normal. Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya.

Artikel Terkait