Wasir sering kali membuat penderitanya merasa malu dan tidak nyaman, yang pada gilirannya dapat berdampak pada kinerja seksual. Ketika seseorang mengalami wasir yang menyakitkan, perasaan cemas atau takut untuk berhubungan seks bisa muncul. Bahkan, meskipun belum mengalami disfungsi ereksi, kondisi ini dapat berdampak negatif pada performa seksual.
Kaitan Antara Wasir dan Disfungsi Ereksi
Dalam banyak kasus, satu penyakit dapat memicu munculnya penyakit lain. Misalnya, ada anggapan bahwa wasir dapat berkontribusi terhadap terjadinya disfungsi ereksi. Penelitian menunjukkan bahwa wasir dan disfungsi ereksi sering muncul bersamaan. Rasa sakit dan tekanan yang ditimbulkan oleh wasir di area dekat alat kelamin dikhawatirkan dapat berhubungan dengan gejala disfungsi ereksi.
Walaupun wasir tidak secara langsung menyebabkan disfungsi ereksi, keberadaan wasir dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah ereksi. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2012 menunjukkan bahwa pria yang sebelumnya didiagnosis dengan wasir memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi, terutama pada pria berusia di bawah 40 tahun. Dalam analisis yang melibatkan 6.310 pria yang didiagnosis dengan disfungsi ereksi antara Januari 2001 dan Desember 2009, ditemukan bahwa 24,9 persen di antaranya juga sebelumnya mengalami wasir.
Penyebab dan Solusi
Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa pria dengan disfungsi ereksi memiliki kemungkinan 90 persen lebih besar untuk sebelumnya mengalami wasir dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki masalah tersebut. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa hubungan ini paling kuat pada pria yang lebih muda. Salah satu kemungkinan penjelasan adalah bahwa pria yang lebih tua mungkin mengalami disfungsi ereksi akibat faktor lain yang tidak berhubungan dengan wasir, seperti penurunan kadar testosteron yang alami seiring bertambahnya usia.
Pembengkakan pada varises di sekitar perineum juga dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu kemampuan untuk ereksi. Keterkaitan antara wasir dan disfungsi ereksi dapat dijelaskan oleh dampak kimiawi dari wasir yang memengaruhi mekanisme otak yang diperlukan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi.
Selain itu, penting untuk menjaga pola makan dan gaya hidup sehat untuk mencegah wasir dan disfungsi ereksi. Menghindari makanan yang dapat mengganggu lambung dan meningkatkan konsumsi makanan berserat dapat membantu melancarkan buang air besar, sehingga mengurangi risiko wasir. Latihan pernapasan anal juga bisa bermanfaat bagi kondisi ini.
Jika seseorang mengalami nyeri hebat di area rektum atau masalah anus berlangsung lebih dari tujuh hari, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Ada berbagai pilihan pengobatan yang tersedia, dan wasir biasanya akan mereda dalam beberapa hari setelah perawatan dimulai. Penting juga untuk mencari perawatan medis jika muncul gejala lanjutan seperti sakit perut, penurunan berat badan, demam, pusing, atau keluarnya darah dari rektum, yang bisa menandakan kondisi wasir yang lebih serius.
Secara keseluruhan, wasir dapat berkontribusi terhadap disfungsi ereksi dengan berbagai cara. Oleh karena itu, penanganan wasir secara dini melalui perawatan medis dan pengobatan rumahan seperti cukup minum air, mengonsumsi makanan berserat, dan penggunaan pelunak tinja sangatlah penting.