Tokyo - Sebuah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Jepang, menyebabkan banyak korban jiwa. Gempa yang terjadi pada Selasa (28/7) sore waktu setempat ini berpusat di Pulau Kyushu.
Gempa tersebut sempat memicu peringatan tsunami, namun otoritas Jepang segera mencabut peringatan tersebut. Dampak dari gempa ini sangat besar, termasuk runtuhnya beberapa gedung, salah satunya AEON Mall Kumamoto di Kashima, yang hancur setelah terjadi ledakan gas sekitar satu jam setelah gempa utama dan beberapa gempa susulan. "Di kota Kashima, lantai dua sebuah kompleks perbelanjaan runtuh, menyebabkan banyak orang terjebak di dalamnya," ungkap dinas pemadam kebakaran dalam pernyataan mereka.
Gangguan Transportasi dan Kerusakan Infrastruktur
Gempa juga berdampak pada operasional kereta cepat Shinkansen yang dihentikan sementara. Menurut laporan Kyodonews, layanan kereta cepat Kyushu Shinkansen tidak beroperasi sejak gempa terjadi. Selain itu, layanan trem di Kota Kumamoto juga beroperasi dengan kecepatan terbatas, dengan peringatan dari Biro Transportasi Kota Kumamoto bahwa layanan dapat dihentikan kembali jika terjadi gempa susulan. Badan meteorologi Jepang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, sementara sistem transportasi baik kereta api, jalan raya, maupun udara di Kimamoto mengalami gangguan.
Jumlah Korban dan Kerusakan yang Diderita
Pemerintah Jepang mengonfirmasi bahwa ada 13 orang yang tewas akibat gempa tersebut, dengan kemungkinan jumlah korban akan bertambah seiring berlangsungnya proses pencarian. "Tiga belas orang telah meninggal," kata Perdana Menteri Sanae Takaichi sehari setelah kejadian. Ia menambahkan bahwa pejabat sedang memastikan apakah semua korban jiwa disebabkan oleh gempa. Tim penyelamat terus berusaha mengevakuasi dan menyelamatkan korban yang terjebak di reruntuhan.
Selain korban jiwa, gempa juga mengakibatkan kerusakan parah pada berbagai bangunan, jalan, serta kebakaran. "Kerusakan yang luas telah dikonfirmasi, termasuk korban jiwa, bangunan yang runtuh, kebakaran, dan kerusakan jalan," jelas Takaichi. Namun, pejabat dari prefektur Kumamoto melaporkan angka yang lebih rendah pada Rabu pagi, dengan tiga orang meninggal dunia akibat gempa, lima orang mengalami henti jantung dan pernapasan, serta 31 lainnya terluka.
Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana melaporkan bahwa korban tewas di Pulau Kyushu termasuk dua wanita di mal dan tiga orang di lokasi lain, dengan tujuh orang mengalami luka parah. Terdapat juga laporan awal mengenai 20 hingga 30 orang yang terjebak di dalam mal yang runtuh, meskipun stasiun televisi NHK melaporkan bahwa jumlah tersebut lebih rendah. Polisi menyatakan bahwa akses yang aman ke fasilitas tersebut belum ditemukan, sehingga petugas penyelamat belum dapat masuk.
Kerusakan juga terjadi di pabrik Nippon Paper Industries di Yatsushiro, di mana cerobong asap pabrik tersebut sebagian runtuh. Pemerintah setempat melaporkan sembilan orang hilang, sementara lebih dari 9.000 orang berada di pusat evakuasi pada Rabu pagi setelah gempa besar. "Kami telah menerima laporan tujuh orang dengan luka serius dan 29 orang dengan luka ringan. Pada pukul 07.00 pagi ini, 9.186 orang telah mencari perlindungan di 506 pusat evakuasi di lima prefektur, termasuk Kumamoto dan Fukuoka," kata Juru Bicara Pemerintah Minoru Kihara sehari setelah gempa.