Monday, 04 May 2026
Fakta Politik

Hari Buruh, Hasto PDIP Soroti Kenaikan Harga dan Kesulitan Lapangan Kerja

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, termasuk kenaikan harga kebutuhan pokok dan kesulitan dalam mencari pekerjaan, saat peringa...

P
Padma Dewi
03 May 2026 8 pembaca
Hari Buruh, Hasto PDIP Soroti Kenaikan Harga dan Kesulitan Lapangan Kerja

Surabaya, CNN Indonesia -- Pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang diadakan oleh PDI Perjuangan di Jakarta Timur, Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto menekankan kondisi ekonomi yang sulit dihadapi masyarakat, terutama terkait dengan kenaikan harga kebutuhan pokok dan kesulitan dalam mencari pekerjaan.

Dalam acara tersebut, Hasto menyatakan, "Apalagi kehidupan kita tidak mudah. Harga bahan-bahan pokok sekarang mengalami kenaikan, betul tidak? Untuk mendapatkan pekerjaan jauh lebih sulit, betul tidak?" Ia juga mengungkapkan keprihatinan mengenai deindustrialisasi yang berdampak pada ketenagakerjaan.

Hasto mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun komitmen dalam memperjuangkan nasib buruh. Ia menegaskan pentingnya kemerdekaan bagi buruh untuk berserikat dan mendapatkan perlindungan serta kesejahteraan. "Hari ini kita bersama-sama membangun komitmen kita bahwa yang namanya kemerdekaan bagi buruh untuk berserikat, untuk mendapatkan perlindungan, untuk mendapatkan kesejahteraannya sebagai upaya meningkatkan peradaban Indonesia harus kita perjuangkan bersama-sama, setuju?" ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar buruh di Indonesia memiliki kekuatan yang setara dengan buruh di negara lain, seperti Korea Selatan, yang mampu membangun industri dan meningkatkan kesejahteraan pekerjanya. "Hari ini mengingatkan bahwa kita harus bersatu, kita harus bergotong royong, kita harus menyingsingkan lengan baju kita agar perlindungan dan peningkatan kesejahteraan buruh kita perjuangkan bersama-sama," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Jaminan Sosial, Charles Honoris, membacakan manifesto politik partai untuk buruh Indonesia. Ia menekankan bahwa peringatan Hari Buruh bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi juga momentum penting untuk menghidupkan kembali narasi pembebasan bagi rakyat yang tertindas.

Charles menjelaskan bahwa dalam pandangan PDI Perjuangan, kaum Marhaen tidak hanya mencakup petani, nelayan, dan buruh pabrik, tetapi juga buruh informal, masyarakat adat, pelaku UMKM, dan pekerja digital yang rentan. Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan berpegang pada tiga ajaran utama Bung Karno mengenai tugas partai politik, yaitu hadir bersama rakyat, memastikan kehidupan yang layak, dan memberikan pengetahuan konkret dalam perjuangan politik.

Dengan pernyataan tersebut, PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak buruh secara konstitusional dan memastikan kebutuhan dasar setiap warga negara terpenuhi. Perjuangan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan buruh dan masyarakat secara keseluruhan.

// Artikel Terkait