Tuesday, 05 May 2026
Fakta Kesehatan

Ibadah Optimal di Cuaca Ekstrem, Jemaah Haji Diharapkan Memperhatikan Waktu Istirahat

Jemaah haji diimbau untuk tidak mengabaikan waktu istirahat di tengah cuaca panas yang ekstrem, demi menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

A
Amara Rukmana
30 April 2026 10 pembaca
Ibadah Optimal di Cuaca Ekstrem, Jemaah Haji Diharapkan Memperhatikan Waktu Istirahat

Banyak jemaah haji mengalami "euforia ibadah" yang membuat mereka memaksakan diri di tengah cuaca ekstrem sejak kedatangan mereka di Tanah Suci. Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji, dokter Ridwan Susuwanto, mengingatkan agar jemaah Indonesia tidak mengesampingkan waktu istirahat, terutama saat suhu tinggi.

Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya semangat jemaah untuk beribadah di Masjidil Haram, yang sering kali berujung pada kelelahan dan masalah kesehatan. Menurut Ridwan, banyak jemaah terjebak dalam semangat beribadah yang tinggi, sehingga mereka memforsir tenaga sejak tiba di Makkah. "Mereka merasa ini momen sekali seumur hidup, jadi fokusnya ibadah terus, digeber. Bahkan ada yang sampai semalaman hingga tahajud," ujarnya di Kantor Daker Makkah.

Risiko kesehatan meningkat ketika jemaah tidak cukup tidur dan mengurangi konsumsi air karena khawatir harus bolak-balik ke tempat wudhu. "Banyak jemaah yang takut wudunya batal. Apalagi kalau sudah di dalam Masjidil Haram, posisi sudah nyaman, tiba-tiba ingin ke toilet, itu jadi repot," tambahnya. Kebiasaan menahan minum dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan, hingga heat stroke, terutama dalam kondisi cuaca panas dan aktivitas fisik yang berat.

Dokter Ridwan menyarankan agar jemaah menerapkan pola minum yang teratur untuk menjaga kecukupan cairan tubuh. Disarankan untuk meminum empat teguk air setiap 10 menit agar hidrasi tetap terjaga. Selain itu, jemaah juga diimbau untuk mengatur ritme aktivitas mereka sejak tiba di Makkah agar tetap dalam kondisi prima. Perjalanan dari Madinah yang melelahkan sebaiknya diikuti dengan istirahat sebelum melaksanakan umrah wajib.

Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, dokter Edi Supriyatna, menekankan pentingnya memperhatikan waktu pelaksanaan ibadah agar tidak dilakukan saat cuaca sedang terik. Untuk melindungi diri dari panas, jemaah disarankan menggunakan pelindung seperti payung atau topi saat keluar hotel. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi yang mengalami batuk atau gangguan pernapasan untuk mencegah penularan penyakit di kerumunan.

Gejala seperti tenggorokan kering, batuk, rasa gatal pada kulit, dan disorientasi dapat menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan cairan. Oleh karena itu, menjaga hidrasi dan tidak memaksakan diri menjadi kunci utama. Selain itu, jemaah juga dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai atau peregangan untuk menjaga kebugaran, terutama setelah perjalanan panjang.

Peregangan bisa dilakukan di kamar atau saat berjalan ringan, yang lebih aman dan membantu menjaga kebugaran jemaah selama menjalankan ibadah.

// Artikel Terkait