Fakta Kesehatan

Infeksi Menular Seksual: Apakah Pasangan Selalu Berselingkuh?

Infeksi menular seksual (IMS) dapat ditularkan tanpa melakukan hubungan seksual, sehingga tidak selalu berarti pasangan berselingkuh jika salah satu terdiagnosis IMS.

F
Fidzu Ardaf
26 September 2026
48 pembaca
ilustrasi pasangan suami istri (freepik.com/freepik)
ilustrasi pasangan suami istri (freepik.com/freepik)

Infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia, gonore, atau herpes bisa ditularkan tanpa harus melakukan aktivitas seksual. Jika pasangan tiba-tiba didiagnosis dengan IMS, banyak yang mungkin merasa terkejut dan curiga bahwa pasangan tersebut telah berselingkuh. Namun, apakah diagnosis IMS benar-benar menunjukkan bahwa pasangan Anda tidak setia? Jawabannya adalah tidak.

Ketika seseorang terdiagnosis IMS, langkah pertama yang harus diambil adalah mencari pengobatan. Penting juga untuk mengetahui sumber infeksi agar orang yang menyebarkan infeksi tersebut dapat diobati. Ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa terkena IMS, antara lain infeksi yang sudah ada sebelumnya, infeksi asimtomatik, kegagalan pengobatan, dan kemungkinan bahwa IMS tidak selalu menular melalui aktivitas seksual.

Penyebab Infeksi Menular Seksual

Salah satu penyebab pasangan terkena IMS adalah kemungkinan bahwa mereka sudah terinfeksi sebelum menjalin hubungan. Banyak IMS tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, dan gejala sering kali muncul beberapa waktu setelah infeksi. Misalnya, jika pasangan Anda positif klamidia dan Anda negatif, bisa jadi pasangan Anda sudah terinfeksi sebelumnya tanpa menyadarinya. Oleh karena itu, segera mencari pengobatan menjadi sangat penting.

Sebagian besar IMS tidak menunjukkan gejala, dan ketika gejala muncul, sering kali sangat ringan sehingga dapat diabaikan atau disalahartikan sebagai kondisi lain yang tidak serius. Meskipun tidak ada gejala, bukan berarti seseorang tidak dapat menularkan infeksi. Beberapa infeksi yang mungkin tidak menimbulkan gejala nyata termasuk klamidia dan gonore.

Risiko dan Pengobatan Infeksi Menular Seksual

Meskipun seseorang mengalami infeksi asimtomatik, hasil tes tetap bisa positif. Jika pasangan Anda didiagnosis dengan IMS, sangat disarankan agar Anda juga melakukan tes, karena mungkin Anda juga mengalami infeksi tanpa gejala. Pengobatan untuk IMS kadang-kadang bisa gagal, biasanya karena pengobatan tidak dilakukan secara menyeluruh, sehingga infeksi tidak sembuh sepenuhnya.

Pengobatan juga bisa gagal karena adanya resistensi antibiotik, yang semakin umum terjadi pada IMS bakteri seperti gonore. Dalam beberapa kasus, IMS dapat ditularkan melalui cara non-seksual, meskipun ini jarang terjadi. Terdapat lebih dari 20 jenis IMS yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit, masing-masing didiagnosis dengan cara yang berbeda.

Jika Anda melakukan tes oral, ada kemungkinan bakteri di area genital tidak terdeteksi. Saat melakukan seks oral, bakteri tersebut dapat ditularkan ke pasangan. Hasil negatif palsu juga bisa terjadi ketika tes menunjukkan negatif padahal sebenarnya positif, sering kali disebabkan oleh waktu tes yang terlalu cepat setelah terinfeksi.

Jika Anda atau pasangan mengonsumsi antibiotik untuk infeksi tertentu, antibiotik tersebut dapat mengobati IMS yang tidak terdeteksi. Misalnya, jika pasangan Anda mengobati radang tenggorokan dengan antibiotik, obat tersebut juga dapat mengatasi klamidia yang mungkin dideritanya. Namun, jika Anda tidak mengonsumsi antibiotik, infeksi Anda tetap ada dan bisa semakin parah.

Oleh karena itu, jika Anda atau pasangan terkena IMS, jangan terburu-buru untuk saling menuduh berselingkuh. Penting untuk tetap berpikiran positif dan segera mencari bantuan medis. Pengobatan yang tepat dan cepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Jika ada yang membuat Anda ragu, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter mengenai penyebaran penyakit ini.

Artikel Terkait