Fakta Kesehatan

Inovasi Terbaru dalam Penanganan Kanker Payudara yang Menawarkan Harapan

Kemajuan dalam terapi kanker payudara, termasuk terapi terarah dan imunoterapi, memberikan harapan baru bagi pasien, terutama yang berada di stadium lanjut.

F
Fidzu Ardaf
26 September 2026
32 pembaca
Dokter Khoo Kei Siong, Deputy Medical Director dan Senior Consultant Medical Oncologist dari Parkway Cancer Centre saat media gathering di hotel Shangri-La, Jakarta Pusat (25/9/2026) (dok. IDN Times/Novaya)
Dokter Khoo Kei Siong, Deputy Medical Director dan Senior Consultant Medical Oncologist dari Parkway Cancer Centre saat media gathering di hotel Shangri-La, Jakarta Pusat (25/9/2026) (dok. IDN Times/Novaya)

Perkembangan terbaru dalam pengobatan kanker payudara memberikan harapan baru bagi pasien, terutama mereka yang berada pada stadium lanjut. Terapi terarah modern kini memungkinkan pasien HER2+ untuk mencapai remisi jangka panjang, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, onkologi presisi yang didukung oleh profil genomik membantu dalam menentukan kebutuhan kemoterapi, sementara terapi yang ditargetkan dan imunoterapi mengurangi kerusakan pada sel sehat serta efek samping yang ditimbulkan.

Inovasi dalam Pemantauan dan Diagnosis

Liquid biopsy telah menjadi metode yang lebih mudah untuk memantau kondisi pasien melalui pengambilan sampel darah. Di sisi lain, perawatan multidisiplin dan deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) serta skrining tetap menjadi aspek penting dalam penanganan kanker. Meskipun diagnosis kanker payudara sering kali menimbulkan ketakutan, terutama karena pengobatan yang berat dan harapan hidup yang rendah, kemajuan medis dalam dua dekade terakhir telah membuat penanganan kanker payudara menjadi lebih efektif.

Dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Kanker Payudara (Pink October), para ahli kesehatan mempresentasikan lima perkembangan penting dalam penanganan kanker payudara di acara perayaan 20 tahun Parkway Cancer Centre yang berlangsung di Shangri-La Jakarta pada Jumat (25/9). Dulu, kanker payudara stadium lanjut (stadium 4) dianggap tidak memiliki harapan, namun kemajuan dalam terapi terarah telah mengubah pandangan tersebut.

Kisah Sukses Pasien

Khoo Kei Siong, Deputy Medical Director dan Senior Consultant Medical Oncologist di Parkway Cancer Centre (PCC), membagikan kisah seorang pasien kanker payudara HER2+ stadium 4 yang terdiagnosis setelah melahirkan. Dengan kombinasi terapi terarah modern, pasien tersebut berhasil mencapai remisi jangka panjang dan hidup dengan kualitas yang baik lebih dari 10 tahun setelah diagnosis. Ia bahkan dapat menyaksikan anak-anaknya tumbuh dewasa.

Salah satu kekhawatiran utama bagi pasien kanker adalah efek samping dari kemoterapi, seperti rambut rontok dan kelemahan yang ekstrem. Namun, kemajuan dalam onkologi presisi kini memungkinkan dokter untuk menentukan pasien yang benar-benar memerlukan kemoterapi dan yang tidak. Melalui tes profil genomik seperti Oncotype DX, dokter dapat menganalisis ekspresi gen sel kanker untuk menghitung skor risiko kekambuhan. Jika risikonya rendah, pasien dapat menjalani terapi hormon tanpa perlu kemoterapi, sehingga terhindar dari efek samping yang tidak perlu tanpa mengurangi peluang kesuksesan pengobatan.

Pengobatan kanker kini tidak lagi bergantung pada kemoterapi konvensional. Terapi yang lebih spesifik seperti terapi terarah dan imunoterapi telah menjadi bagian penting dari penanganan kanker. Terapi terarah berfungsi seperti peluru kendali yang hanya menargetkan bagian tertentu dari sel kanker, sehingga mengurangi kerusakan pada sel sehat. Sementara itu, imunoterapi membantu sistem kekebalan tubuh untuk lebih efektif dalam mengenali dan menyerang sel kanker.

Karena sifatnya yang lebih spesifik, terapi-terapi ini umumnya menghasilkan efek samping yang lebih ringan, memungkinkan banyak pasien untuk tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Biopsi jaringan yang sering kali tidak nyaman kini dapat dilakukan dengan metode yang lebih praktis melalui sampel darah, yang dikenal sebagai liquid biopsy atau pemeriksaan circulating tumor DNA (ctDNA). Ketika sel kanker tumbuh atau mati, sebagian materi genetiknya dapat masuk ke dalam aliran darah, memungkinkan dokter untuk mempelajari profil genetik tumor dan mendeteksi tanda-tanda kekambuhan lebih awal tanpa perlu melakukan biopsi jaringan berulang kali.

Perawatan kanker modern kini melibatkan kerja sama tim multidisiplin yang mencakup berbagai dokter spesialis serta tenaga pendukung psikososial seperti jaringan CanHOPE. Pendekatan ini memastikan bahwa pengobatan disesuaikan dengan kondisi medis, kebutuhan emosional, dan tahap kehidupan setiap pasien. Dengan pendekatan tersebut, pasien dipandang tidak hanya dari segi diagnosis penyakit, tetapi juga sebagai individu yang memerlukan perawatan yang penuh empati dan rasa hormat.

Meskipun penanganan kanker payudara telah mengalami kemajuan yang signifikan, deteksi dini tetap menjadi kunci untuk mencapai hasil yang optimal. Oleh karena itu, pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin dan skrining berkala sangat penting untuk dilakukan.

Artikel Terkait