Fakta Pendidikan

Jejak Kaki Manusia Purba Ditemukan di Danau Kuno Arab, Berusia 115.000 Tahun

Temuan jejak kaki manusia prasejarah di Semenanjung Arab memberikan wawasan baru tentang kehidupan manusia purba dan interaksi mereka dengan lingkungan sekitar.

P
Panca Akbar Saputra
20 May 2026
34 pembaca
Foto: Klint Janulis, University of Oxford/Rekaman digital jejak kaki manusia berusia 115.000 tahun ditemukan di Semenanjung Arab.
Foto: Klint Janulis, University of Oxford/Rekaman digital jejak kaki manusia berusia 115.000 tahun ditemukan di Semenanjung Arab.

Jejak kaki manusia prasejarah telah ditemukan di sebuah kubangan lumpur kuno yang terawat dengan baik di Semenanjung Arab. Penemuan ini diyakini sebagai jejak kaki manusia tertua di kawasan tersebut, dengan perkiraan usia mencapai 115.000 tahun. Para ilmuwan mencatat setidaknya ada tujuh jejak kaki manusia di lokasi tersebut, yang berada di antara ratusan jejak kaki hewan purba lainnya di situs prasejarah itu.

Melintasi Danau Purba 115.000 Tahun Lalu

Kira-kira 115.000 tahun yang lalu, sebuah danau berlumpur di utara Arab Saudi berfungsi sebagai 'jalan tol' prasejarah. Di tempat ini, kawanan hewan besar dan sekelompok manusia melintasi koridor tersebut seiring dengan perubahan cuaca dan iklim di Jazirah Arab. Di lokasi yang kini terletak jauh di dalam Gurun Nefud, yang dikenal sebagai Alathar, para arkeolog menemukan ratusan jejak kaki hewan purba. Di antara penemuan tersebut, terdapat tujuh jejak kaki manusia purba yang tersembunyi.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa kelompok manusia yang meninggalkan jejak ini tidak menetap di daerah tersebut. Mereka kemungkinan hanya melintasi danau purba yang mulai mengering untuk beristirahat atau mencari sumber air tawar. Hal ini diperkuat oleh minimnya artefak yang biasanya ditemukan bersama jejak manusia prasejarah. Arkeolog tidak menemukan alat batu atau bekas pemotongan pada tumpukan tulang hewan yang menunjukkan adanya aktivitas perburuan di tempat itu.

Keajaiban Lumpur dan Identifikasi Homo sapiens

Kumpulan jejak yang bernilai ini pertama kali terungkap pada tahun 2017, setelah lapisan sedimen yang menutupinya selama ratusan ribu tahun tergerus oleh cuaca dan waktu. Dalam laporan mereka, para ilmuwan menjelaskan mengapa lumpur purba di situs ini sangat istimewa. Kondisi yang unik mengawetkan jejak-jejak kecil ini seolah menjadi "sidik jari" yang mengunci mereka dalam garis waktu tertentu. "Sebuah studi eksperimental terhadap jejak kaki manusia modern di dataran lumpur menemukan bahwa berbagai rincian halus hilang dalam dua hari, dan wujudnya tidak dapat dikenali lagi dalam waktu empat hari," tulis laporan tersebut.

Para peneliti memastikan bahwa ketujuh jejak kaki tersebut berasal dari Homo sapiens, bukan dari primata purba lain seperti Homo neanderthalensis yang juga dapat berjalan tegak. Kesimpulan ini didasarkan pada tidak adanya Neanderthal di wilayah tersebut pada masa itu. "Mengingat bukti fosil dan arkeologi untuk penyebaran H. sapiens ke Levant dan Arab selama era 130.000 hingga 80.000 tahun lalu, serta absennya H. neanderthalensis, kami berpendapat bahwa H. sapiens adalah pembuat jejak di Alathar," jelas para peneliti.

Selain itu, para ilmuwan mencatat bahwa ukuran ketujuh jejak kaki di Danau Alathar jauh lebih konsisten dengan anatomi Homo sapiens awal dibandingkan dengan fisik Neanderthal. Homo sapiens ini kemungkinan merupakan kelompok perantau terakhir sebelum datangnya zaman es, sehingga jejak mereka tetap terjaga oleh sedimen baru dan tidak tertimpa oleh pejalan lainnya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait