Fakta Pendidikan

Kemendikdasmen Segera Revitalisasi SDN Tanggirejo Pasca Atap Ambruk

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah cepat untuk memperbaiki SDN Tanggirejo di Grobogan, Jawa Tengah, yang mengalami kerusakan sejak awal tahun 2026.

N
Narayana Putra
25 July 2026
12 pembaca
Foto: dok. Istimewa
Foto: dok. Istimewa

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merespons dengan cepat kondisi SDN Tanggirejo yang terletak di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sekolah tersebut telah mengalami kerusakan parah sejak Januari 2026. Kemendikdasmen telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak sekolah untuk melakukan revitalisasi bangunan sekolah.

Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, menyatakan, "Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut," dalam keterangannya pada Jumat (24/7), yang ditulis pada Sabtu (25/7/2026).

Proses Revitalisasi dan Kerja Sama

Kemendikdasmen berencana untuk mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta guna menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait revitalisasi. Gogot menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua. Pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar anak-anak dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

Tahun ini, program revitalisasi akan difokuskan pada tiga prioritas utama, yaitu sekolah yang terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat. "SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," tambah Gogot.

Kondisi Sekolah dan Dampaknya

Sebelumnya, dilaporkan bahwa atap dua ruangan di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, ambruk sejak awal tahun 2026. Proses belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke musala demi keselamatan siswa. Juwariyah, Kepala SD Negeri Tanggirejo, mengungkapkan, "(Sampai ambrol karena penyangga atap) Dimakan rayap itu, nek dirungokke iki 'krekes krekes krekes' suarane ngoten," saat dihubungi detikJateng pada Selasa (14/7/2026).

Juwariyah juga menjelaskan bahwa ambruknya atap terjadi pada malam hari, sehingga tidak ada siswa atau warga sekolah yang terluka. "Alhamdulillahnya itu (kejadian) malam hari, paling selatan ruang guru itu (ambrol) Januari tahun ini. Sudah tidak bisa digunakan," ujarnya. Ruangan kedua yang mengalami kerusakan serupa adalah ruang kelas enam, yang atapnya ambrol pada bulan April lalu. "Ruang kelas VI, barusan kok (ambrolnya), sekitar bulan April," tambahnya.

Akibat kejadian ini, aktivitas belajar mengajar siswa terpaksa dipindahkan ke musala. Sementara itu, guru dan kepala sekolah berkantor di ruangan perpustakaan. "Kelas VI-nya tak sendirikan, kelas V-nya tak taruh di musala. Terus ruang gurunya tak tempatkan nggone perpustakaan," jelas Juwariyah.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait