Tuesday, 05 May 2026
Fakta Kesehatan

Kemenkes: 95 Persen Kasus Malaria Terjadi di Papua

Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa Papua menyumbang 95 persen dari total kasus malaria di Indonesia, yang masih menjadi tantangan serius dalam penanggulangan penyakit ini.

P
Panca Akbar Saputra
30 April 2026 9 pembaca
Kemenkes: 95 Persen Kasus Malaria Terjadi di Papua

Malaria terus menjadi isu kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama di wilayah Timur. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni mengungkapkan bahwa penanganan malaria di Papua masih menghadapi banyak tantangan. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2026, diharapkan 412 kabupaten/kota di Indonesia sudah bebas dari malaria, namun Papua masih mencatatkan angka kasus yang tinggi.

Andi menjelaskan bahwa secara keseluruhan, 95 persen dari seluruh kasus malaria di Indonesia berasal dari Papua, yang mencakup enam provinsi. "Ini adalah perhatian kita bersama untuk segera mewujudkan upaya eliminasi malaria di Papua," ujarnya dalam sebuah konferensi daring.

Andi optimis bahwa eliminasi malaria di Papua dapat dicapai, dengan mencontoh keberhasilan Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, yang pada tahun 2025 telah dinyatakan bebas malaria. Ia menekankan bahwa eliminasi malaria bukanlah hasil yang instan, melainkan memerlukan dukungan dari berbagai pihak dan konsistensi selama bertahun-tahun. Setiap daerah, lanjutnya, perlu menyusun strategi eliminasi yang berkelanjutan sesuai dengan kondisi lokal.

Ia juga mengingatkan bahwa bagi daerah yang sudah bebas dari malaria, tantangan untuk mempertahankan status tersebut tidak kalah berat. Beberapa daerah bahkan mengalami lonjakan kasus, termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah sebelumnya dinyatakan bebas malaria.

Dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia pada 25 April, Kemenkes berharap agar komitmen seluruh pemangku kepentingan semakin diperkuat dan masyarakat didorong untuk aktif berpartisipasi dalam mencapai target Indonesia Bebas Malaria pada tahun 2030. Dengan tema global "Driven to End Malaria: Now We Can, Now We Must", Andi menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menyelesaikan masalah malaria.

Andi juga mengungkapkan bahwa sertifikat eliminasi malaria akan diberikan oleh Menteri Kesehatan kepada bupati dan wali kota yang wilayahnya memenuhi syarat untuk mengakhiri atau mendapatkan status eliminasi pada tahun 2025.

// Artikel Terkait