Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengambil langkah untuk memperketat proses verifikasi bagi instansi yang berminat bergabung dalam program Magang Nasional. Kebijakan ini ditujukan kepada berbagai entitas, termasuk perusahaan, kementerian, dan lembaga yang akan menawarkan lowongan magang.
"Kita lakukan verifikasi cukup ketat. Kita melihat, satu, perusahaannya oke atau tidak, jujur apa tidak melaporkan terkait dengan data ketenagakerjaannya," ungkap Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam detikNews yang dikutip pada Kamis (23/7/2026).
Proses Verifikasi yang Teliti
Yassierli melanjutkan, verifikasi juga mencakup penilaian apakah perusahaan benar-benar membuka lowongan yang sesuai dengan kualifikasi lulusan perguruan tinggi. "Kalau tidak, kita coret," tambahnya. Proses ini melibatkan pengecekan keberadaan perusahaan untuk memastikan bahwa lowongan yang diumumkan adalah nyata.
"Makanya fase sebelum kita buka ini kita sudah lakukan verifikasi. Kita cek, ini lokasi perusahaannya benar ada apa tidak, fiktif apa tidak, dan seterusnya," jelasnya.
Pendaftaran Peserta dengan Sistem Biometrik
Kemnaker juga memperkenalkan sistem biometrik dalam proses pendaftaran peserta untuk mencegah praktik percaloan. Yassierli menekankan bahwa sistem ini mewajibkan peserta untuk mendaftar secara mandiri.
"Sudah menggunakan biometrik, jadi tidak bisa lagi ada calo pendaftaran magang, ya. Jadi mereka harus daftar sendiri," tegasnya.
Pendaftaran untuk Magang Nasional masih dibuka hingga 28 Juli. Tahun ini, lowongan juga diakses oleh penyandang disabilitas dan lulusan profesi. "Semoga ini lebih baik, lebih baik, dan butuh dukungan dari teman-teman media semua. Kita berharap magang nasional ini menjadi salah satu solusi untuk menyiapkan tenaga kerja kita lebih baik dan lebih produktif, ya," tutupnya.