Fakta Ekonomi

Kerja Sama Bank Indonesia dan Bank Sentral China Diperkuat untuk Stabilitas Ekonomi

Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, mengungkapkan bahwa kolaborasi antara Bank Indonesia dan Bank Sentral China memberikan dampak positif bagi perekonomian dan stabilitas keuangan kedua neg...

N
Naufal Akbar
13 June 2026
5 pembaca
Kerja Sama Bank Indonesia dan Bank Sentral China Diperkuat untuk Stabilitas Ekonomi
Foto: EPA-EFE/MARK R. CRISTINO

Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, menyatakan bahwa kemajuan dalam kerja sama antara Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral China (People's Bank of China/PBOC) berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi serta pemeliharaan stabilitas keuangan di kedua negara. Dalam keterangan tertulis yang dirilis oleh Kedutaan Besar China di Jakarta, Wang menegaskan, "Kerja sama keuangan antara China dan Indonesia terus mengalami pendalaman dan telah membuahkan hasil yang signifikan. Kerja sama keuangan berkontribusi positif dalam mendorong kemakmuran ekonomi dan menjaga stabilitas keuangan."

Kesepakatan Penting dalam Pertemuan Gubernur

Wang mengungkapkan bahwa penguatan kerja sama tersebut terjalin melalui Pertemuan Gubernur Bank Sentral Indonesia-China dalam Program Kerja Bersama (Joint Working Program/JWP) yang berlangsung pada Kamis (11/6/2026). Pertemuan ini berhasil menghasilkan empat kesepakatan penting, termasuk nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk pembentukan Renminbi Clearing Arrangement serta MoU trilateral antara PBOC, BI, dan Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) mengenai transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT).

Inisiatif Pembayaran dan Investasi

Selain itu, kedua bank sentral juga sepakat untuk mengadopsi sistem pembayaran berbasis kode QR lintas batas antara China dan Indonesia yang baru saja diluncurkan. Kerja sama lainnya mencakup partisipasi Bank Mandiri sebagai peserta langsung dalam Cross-Border Interbank Payment System (CIPS), yang merupakan infrastruktur pembayaran internasional berbasis renminbi di bawah naungan PBOC. Wang menambahkan bahwa penguatan kerja sama di sektor keuangan ini sejalan dengan tren positif dalam perdagangan antara Indonesia dan China.

Ia merujuk pada data dari pemerintah Indonesia yang menunjukkan bahwa investasi langsung China ke Indonesia pada tahun 2025 mencapai 7,5 miliar dolar AS. "Sementara menurut statistik pihak China, nilai perdagangan bilateral pada 2025 mencapai rekor 167,49 miliar dolar AS, untuk pertama kalinya melampaui 150 miliar dolar AS," jelas Wang. Ia juga menekankan bahwa kemitraan yang terjalin selama ini menjadikan China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut dan masuk dalam tiga besar sumber investasi asing langsung di Indonesia selama 10 tahun berturut-turut.

"China dan Indonesia terus memperdalam kerja sama di bidang keuangan, yang akan semakin memperkuat kemudahan perdagangan dan investasi bilateral," ungkap Wang. Dengan demikian, diharapkan agar perdagangan dan investasi antara kedua negara dapat terus berkembang, serta kerja sama dalam rantai industri dan pasokan yang dibangun bersama semakin kokoh. Wang juga optimis bahwa kerja sama antara Indonesia dan China akan meluas ke sektor-sektor strategis yang sedang berkembang, seperti ekonomi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan kendaraan listrik.

Artikel Terkait