Fakta Ekonomi

Peningkatan Ketahanan Keuangan Keluarga Usaha Ultra Mikro

Keluarga pelaku usaha ultra mikro menunjukkan kemajuan dalam ketahanan keuangan mereka, berdasarkan riset terbaru yang dilakukan oleh BRI Research Institute. Sebagian besar nasabah mengalami peningkat...

N
Naufal Akbar
28 July 2026
8 pembaca
Foto: PNM
Foto: PNM

Ketahanan keuangan keluarga yang terlibat dalam usaha ultra mikro mengalami perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Riset yang dilakukan oleh BRI Research Institute pada tahun 2023 mengungkapkan bahwa 69,2 persen nasabah ultra mikro PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengalami peningkatan dalam ketahanan keuangan mereka, termasuk kemampuan untuk bertahan lebih lama di tengah tekanan ekonomi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,1 persen responden kini mampu mempertahankan ketahanan keuangan selama satu hingga dua bulan tanpa tambahan pemasukan. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, di mana banyak keluarga hanya dapat bertahan selama satu hingga dua minggu.

Model Pembiayaan dan Pendampingan

PNM menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh model pembiayaan yang dipadukan dengan pendampingan. Nasabah tidak hanya mendapatkan akses permodalan tanpa agunan, tetapi juga mengikuti Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) yang memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pengembangan usaha, dan penguatan jejaring antaranggota.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menyatakan bahwa peningkatan durasi ketahanan keuangan memberikan kesempatan bagi keluarga prasejahtera untuk membuat keputusan ekonomi yang lebih terukur ketika menghadapi situasi darurat. "Bagi keluarga prasejahtera, tambahan waktu tersebut memberikan ruang untuk mengambil keputusan ekonomi lebih rasional tanpa harus terjebak dalam pinjaman ilegal atau menjual aset produktif saat menghadapi keadaan mendesak," ujarnya.

Dampak Terhadap Kualitas Hidup

Menurut Kindaris, ketahanan keuangan yang lebih baik juga berdampak positif pada kualitas hidup keluarga, termasuk peluang anak untuk tetap bersekolah dan mendapatkan kebutuhan gizi yang memadai. "Stabilitas ekonomi menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi anak untuk belajar dan berkembang, sekaligus memperkecil risiko lahirnya kembali siklus kemiskinan antargenerasi," tambahnya.

Chief Operating Officer Danantara dan Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, menekankan bahwa pembiayaan ultra mikro harus memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar akses modal usaha. "Penguatan pembiayaan ultra mikro harus mampu memperluas akses usaha masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan," katanya.

PNM menilai bahwa peningkatan ketahanan keuangan jutaan keluarga ultra mikro turut memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat. Rumah tangga yang memiliki cadangan keuangan dinilai lebih mampu mempertahankan konsumsi ketika terjadi perlambatan ekonomi, sehingga aktivitas ekonomi lokal tetap berjalan.

Artikel Terkait