Fakta Nasional

--- Kesedihan Anak Pencuri Ayam di Tabanan Saat Melihat Jenazah Ayahnya ---

--- Seorang pria berinisial KD meninggal dunia setelah dikeroyok warga di Tabanan, Bali, karena diduga mencuri ayam. Momen haru terlihat saat anak-anaknya menangisi kepergian ayah mereka di rumah duka...

P
Padma Dewi
26 July 2026
13 pembaca
Ilustrasi Penganiayaan (Edi Wahyono/detikcom)
Ilustrasi Penganiayaan (Edi Wahyono/detikcom)
---TITLEEXCERPT--- Seorang pria berinisial KD meninggal dunia setelah dikeroyok warga di Tabanan, Bali, karena diduga mencuri ayam. Momen haru terlihat saat anak-anaknya menangisi kepergian ayah mereka di rumah duka. ---CONTENT---

Seorang pria bernama KD mengalami nasib tragis setelah dikeroyok oleh warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, ketika tertangkap basah diduga mencuri ayam aduan. Kejadian ini menjadi viral di media sosial, terutama saat salah satu anak KD terlihat menangis di samping jasad ayahnya yang telah tiada.

Menurut informasi yang diperoleh, Perbekel Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, I Made Sutama, menyatakan rasa prihatin atas insiden yang menimpa warga tersebut. KD meninggalkan seorang istri dan tiga anak, di mana dua di antaranya masih bersekolah, termasuk satu anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SD. "Anaknya ada tiga. Yang paling besar sudah menikah, yang nomor dua baru kelas 1 SMA, dan yang paling kecil masih kelas 1 SD. Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih," ungkap Sutama.

Momen Haru di Rumah Duka

Video yang menunjukkan putri bungsu KD menangisi jenazah ayahnya menyentuh hati banyak orang di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak bocah perempuan itu berada di tengah kerumunan, memanggil-manggil ayahnya yang telah meninggal sambil terisak. Sutama juga menambahkan bahwa keluarga KD telah menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah dan mempercayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menangani kasus ini.

Pentingnya Jalur Hukum

Sutama menyayangkan insiden yang menewaskan salah satu warganya tersebut. Ia menegaskan bahwa meskipun ada dugaan pelanggaran yang dilakukan seseorang, penyelesaiannya seharusnya dilakukan melalui proses hukum yang benar. "Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam," tegasnya.

Artikel Terkait