Binus University sukses menggelar SAP Academic Community Conference APAC 2026 yang berlangsung di kampus Binus @Alam Sutera pada tanggal 13 hingga 17 Juli 2026. Konferensi ini merupakan hasil kerja sama antara Binus University dan tim Kemitraan Akademik APAC dari SAP, menjadi platform bagi akademisi, universitas terkemuka, serta mitra industri untuk berkolaborasi dalam membentuk masa depan pendidikan teknologi. Fokus utama dari acara ini adalah menyelaraskan pendidikan tinggi dengan perkembangan era Autonomous Enterprise.
Peserta dari berbagai negara hadir untuk berbagi pandangan dan menyusun peta jalan pendidikan teknologi di masa mendatang. Rektor Binus University, Nelly, menyatakan bahwa penyelenggaraan konferensi ini menunjukkan komitmen kampus dalam memberdayakan masyarakat. Langkah ini dianggap sebagai respons strategis lembaga pendidikan terhadap perubahan zaman. "Ini langkah nyata menyelaraskan pendidikan tinggi dengan dinamika industri global, terutama dalam menghadapi era otomasi," ungkap Nelly di Jakarta baru-baru ini.
Seminar dan Lokakarya untuk Transformasi Digital
Program yang disusun secara dinamis ini mencakup serangkaian seminar mendalam dan lokakarya teknis. Fokus pembahasan adalah mengkaji peran penting pendidikan tinggi dalam menavigasi transformasi digital yang sedang berlangsung di seluruh dunia. Puncak acara konferensi ini memberikan dampak langsung kepada lebih dari 200 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang berkesempatan untuk terlibat secara praktis dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan inspirasi profesional, tetapi juga kesempatan untuk membangun jejaring dengan para pakar industri, yang diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan dunia kerja saat ini.
Dalam sesi puncak, konferensi menyajikan panel diskusi komprehensif dengan tema "Educating Future-ready talent in the age of the Autonomous Enterprise". Sesi ini menjadi wadah bagi para ahli untuk membahas isu-isu strategis, termasuk transformasi struktur tim perusahaan oleh agen AI serta perubahan peran pekerjaan. Para pakar menekankan bahwa universitas harus berinovasi melampaui batas tradisional untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan kolaborasi antara manusia dan AI.
Pentingnya Inovasi dalam Kurikulum Pendidikan
Dekan School of Information Systems Binus University, Rudy, menilai diskusi tersebut sangat penting untuk pengembangan kurikulum. Rudy menyatakan bahwa tujuan utama adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis serta kemampuan manajemen kolaborasi. "Sehingga mereka menjadi talenta yang relevan di masa depan," ujar Rudy.
Sianto Wongjoyo, Managing Director SAP Indonesia, juga berkomitmen untuk memperkuat ekosistem teknologi yang sesuai dengan tuntutan industri. Ia percaya bahwa dengan mengintegrasikan keahlian AI dan teknologi terkini ke dalam kurikulum, mahasiswa tidak hanya dapat beradaptasi, tetapi juga dapat memimpin di era Autonomous Enterprise. "Tidak hanya untuk beradaptasi, tetapi juga beraspirasi untuk memimpin di era Autonomous Enterprise," ujar Sianto.